Untuk Pengembangan Wisata Sejarah, Pemkot Palembang Kaji Ulang Goa Jepang

kabarterkinionline.com
Untuk Pengembangan Wisata Sejarah, Pemkot Palembang Kaji Ulang Goa Jepang. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengkaji ulang situs bersejarah Goa Jepang sebagai bagian dari upaya pengembangan wisata sejarah pada tahun 2026.
Langkah ini mencakup pembersihan, perawatan, hingga penataan kawasan agar layak menjadi destinasi wisata edukatif dan berdaya tarik bagi wisatawan.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan penataan Goa Jepang akan melibatkan ahli kebudayaan dan sejarah untuk menggali potensi yang selama ini belum tergarap maksimal.
Salah satu aspek yang akan dikaji adalah cerita rakyat yang berkembang di masyarakat terkait keberadaan lorong bawah tanah yang disebut-sebut menghubungkan Goa Jepang dengan kawasan strategis lain di Palembang.
“Ini peninggalan sejarah. Kita bersihkan, kita rawat, dan kita kembangkan agar bisa menjadi destinasi wisata sejarah yang layak dikunjungi wisatawan,” ujar Ratu Dewa saat meninjau kawasan Goa Jepang dalam kegiatan Anti Mager, Jumat (3/1/2026).
Ratu Dewa secara khusus meminta dilakukan kajian ilmiah terkait kabar adanya lubang atau lorong di dalam Goa Jepang yang dikabarkan tembus hingga kawasan Charitas. Menurutnya, cerita tersebut menarik dan berpotensi menambah nilai sejarah, namun harus didukung data yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya minta dikaji secara ilmiah, apakah benar ada lubang yang tembus ke goa di Charitas. Ini menarik dan bisa menjadi nilai sejarah tambahan, tetapi harus jelas,” tegasnya.
Kegiatan Anti Mager merupakan gerakan untuk mendorong aktivitas fisik dan gaya hidup sehat melalui olahraga ringan, jalan kaki, serta aktivitas aktif lainnya. Dalam kegiatan tersebut, Ratu Dewa juga memanfaatkan momentum untuk meninjau langsung sejumlah fasilitas umum dan kondisi lingkungan kota.
Sebelumnya, mengawali hari pertama masuk kerja di tahun 2026, Ratu Dewa bersama jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan lurah turun langsung ke lapangan untuk menyerap keluhan masyarakat. Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dari Titik Nol Kilometer Palembang di kawasan Bundaran Air Mancur.
Dengan mengenakan pakaian olahraga, Ratu Dewa berjalan santai menyusuri sejumlah ruas jalan utama kota hingga finis di kawasan Goa Jepang, Kilometer 5 Palembang. Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar olahraga, melainkan juga bentuk pengawasan langsung terhadap kondisi kota dan program pembangunan yang sedang berjalan.
“Ini bukan sekadar olahraga. Saya ingin memastikan langsung kondisi kota, melihat apa yang perlu dibenahi, serta mengecek progres program, seperti air mancur Masjid Agung dan kawasan Benteng Kuto Besak,” jelasnya.
Saat berada di kawasan Titik Nol Kilometer, Ratu Dewa menyoroti kondisi bangunan air mancur dan penataan kawasan yang dinilai masih perlu pembenahan. Ia meminta OPD terkait untuk lebih serius menata kawasan tersebut karena memiliki nilai sejarah yang tinggi, terutama menjelang peringatan Peristiwa Perang Lima Hari Lima Malam.
“Bangunan air mancur dan Titik Nol ini harus dibangun dengan bagus dan berkelas. Ini ikon sejarah Palembang,” ujarnya.
Menurut Ratu Dewa, Titik Nol Kilometer tidak hanya menjadi simbol geografis, tetapi juga simbol perjuangan rakyat Palembang yang perlu ditata secara layak sebagai ruang publik sekaligus sarana edukasi sejarah bagi masyarakat dan generasi muda

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *