Kabarterkinionline.
Gubernur Herman Deru Tegaskan Hal Ini ke ASN Pemprov, Pimpin Apel di Awal Tahun. Gubernur Sumsel, Dr H Herman Deru SH MM, menyoroti terkait perubahan budaya kerja dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumsel yang dinilai semakin dinamis. Ini disampaikannya saat memimpin apel pagi gabungan di awal tahun 2026 di lingkup Pemprov Sumsel, kemarin (5/1).
Ia membandingkan kondisi saat ini dengan masa lalu, di mana aktivitas pegawai masih didominasi jarak tempuh berjalan kaki. Kini, mobilitas ASN dinilai lebih cepat dan efisien seiring perkembangan zaman dan fasilitas penunjang kerja.
“Kalau dibandingkan zaman dulu, sekarang ini jajaran Pemprov Sumsel jauh lebih cepat bergerak. Rata-rata sudah menggunakan kendaraan. Artinya tuntutan kinerja juga semakin tinggi,” sebut Gubernur Herman Deru dalam sambutannya.
Deru yang pada kesempatan itu didampingi oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel H Cik Ujang ini juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ASN atas capaian kinerja yang dinilai sangat membanggakan sepanjang tahun terakhir.
Dia mengakui banyaknya penghargaan yang diraih Pemprov Sumsel, bahkan hingga sulit menghitung jumlahnya secara pasti.
“Begitu banyak penghargaan yang kita terima. Ini bukan hasil kerja gubernur dan wakil gubernur semata, tapi kerja kolektif seluruh jajaran, dari tingkat sekretariat hingga lini terdepan,” tegasnya.
Sebagai bentuk penghargaan nyata, Herman Deru menegaskan Pemprov Sumsel tidak melakukan pemotongan sedikit pun terhadap pendapatan ASN. Menurutnya, kebijakan tersebut diambil dengan kesadaran penuh meskipun kondisi keuangan daerah menuntut kehati-hatian.
“Sumsel adalah salah satu provinsi yang berani mengambil kebijakan ini. Memang terkesan kontroversial, tapi saya sadar ASN adalah mesin penggerak pemerintahan. Mesin sehebat apa pun butuh pelumas,” ujarnya dengan analogi.
Pelumas yang dimaksud, lanjut Herman Deru, adalah kepastian pendapatan bagi ASN dan keluarganya.
Dengan penghasilan yang terjaga, ia berharap kesejahteraan keluarga ASN tetap terpenuhi, mulai dari pendidikan anak hingga kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
“Anak-anak mereka harus tetap sekolah, dapur harus tetap ngebul. Itu yang menjadi pertimbangan kami,” katanya.
Ia pun berharap komitmen yang telah disampaikan ASN secara kolektif dalam apel tersebut mampu menjaga semangat kerja dan meningkatkan kinerja yang lebih hebat lagi di tahun 2026 dan seterusnya.
Tak hanya soal internal pemerintahan, Herman Deru juga menegaskan target besar Pemprov Sumsel untuk menurunkan angka kemiskinan hingga satu digit. Menurutnya, progres pembangunan dan berbagai indikator statistik menunjukkan tren yang semakin positif.
“Kita berharap Sumsel bisa menuju kemiskinan stu digit. Target ini bukan mimpi, karena progresnya sudah terlihat dari angka-angka statistik,” jelasnya.
Namun begitu, Deru mengingatkan seluruh ASN agar tidak terjebak dalam euforia prestasi. Ia menekankan pentingnya menjauhi sikap puas diri dan zona nyaman.
“Dengan prestasi yang baik, kita tidak boleh terkena star syndrome. Jangan nyaman di zona aman. Kita dituntut untuk terus berinovasi dan bekerja lebih baik lagi,” pungkasnya.
Apel yang digelar di lingkungan Kantor Gubernur Sumsel tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penyemangat bagi seluruh ASN di awal tahun baru 2026 ini.
Gubernur Herman Deru Tegaskan Hal Ini ke ASN Pemprov, Pimpin Apel di Awal Tahun







