Jadi “Living Lab” Dunia, Tiga Kampus Top Belanda Bedah Anatomi IKN

kabarterkinionline.com

Jadi “Living Lab” Dunia, Tiga Kampus Top Belanda Bedah Anatomi IKN. Auditorium Kantor Balai Kota Otorita IKN menjadi saksi momen bersejarah ketika IKN secara resmi diposisikan sebagai laboratorium hidup (living lab) berskala global bagi riset pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Langkah ini dipertegas melalui kolaborasi strategis antara Otorita IKN, Universitas Mulawarman, dan konsorsium tiga universitas elite Belanda yang tergabung dalam Leiden–Delft–Erasmus Universities (LDE). Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) riset pengembangan perkotaan berkelanjutan dan landscape-based management.

Namun, yang membuatnya menarik adalah keterlibatan langsung para mahasiswa program magister dari berbagai disiplin ilmu internasional yang turun ke lapangan untuk membedah anatomi IKN. Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menekankan, IKN sedang menyiapkan karpet merah bagi riset generasi muda.

“IKN adalah ruang pembelajaran terbuka. Kami tidak hanya bekerja sama dengan konsorsium LDE untuk riset, tetapi juga sedang memikirkan program short course, magang, hingga peluang studi lanjut ke Belanda bagi insan Otorita IKN ke depan,” tegas Myrna, Kamis (4/2/2026). Laboratorium Global di Jantung Kalimantan Pengakuan paling mengejutkan datang dari Kepala Riset Departemen Urbanisme, Delft University of Technology, Prof.dr.ing. Steffen Nijhuis. Mewakili LDE, ia menyebut Nusantara bukan hanya laboratorium bagi Indonesia, melainkan bagi seluruh dunia yang sedang mencari solusi atas krisis iklim dan tata kota masa depan.

“Nusantara itu seperti laboratorium hidup. Kami sangat antusias berdiskusi dengan generasi muda yang terlibat langsung dalam perencanaan dan pembangunannya. Ini adalah model pembangunan lanskap berkelanjutan yang relevan untuk skala global,” ungkap Steffen. Jika akademisi dari Delft, universitas teknik arsitektur terbaik dunia, telah “menaruh hati” pada konsep IKN, maka standar pembangunan Nasional selayaknya menuju ke arah yang benar. Estafet Kepemimpinan Generasi Z IKN

sejatinya dirancang oleh dan untuk generasi masa depan. Di dalam forum tersebut, diskursus tata kota didominasi oleh pegawai Otorita IKN dari berbagai kedeputian yang mayoritas berasal dari kalangan milenial dan Gen Z. Dekan Fakultas

Kehutanan Universitas Mulawarman, Irawan Wijaya Kusuma, menilai fenomena ini sebagai estafet tanggung jawab. Baca juga: Stabilitas di Gerbang IKN: Balikpapan Deflasi, Sinyal Positif Daya Beli “Dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, tanggung jawab pembangunan ini akan beralih sepenuhnya kepada generasi muda. Forum ini adalah ruang pertukaran pengetahuan agar mereka siap memimpin kota ini nantinya,” kata Irawan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan langkah simbolis: penanaman pohon di Plaza Bhinneka Tunggal Ika setelah mengunjungi Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT) dan kawasan Glamping. Penanaman ini merupakan simbolisasi bahwa riset yang tumbuh di IKN akan memberikan “oksigen” baru bagi ilmu pengetahuan dunia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *