kabarterkinionline.com/
Antrean BBM, Pemprov Sumsel Cari Solusi. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membahas solusi antrean BBM yang masih terjadi di sejumlah SPBU. Rapat digelar di Ruang Rapat Bina Praja.
Sekretaris Daerah Edward Candra memimpin langsung rapat bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hadir pula pihak PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas.
Edward menegaskan distribusi BBM bersubsidi harus tepat sasaran agar tidak disalahgunakan. Ia menyebut pentingnya pengendalian distribusi secara tegas dan merata.
“Subsidi BBM harus diterima masyarakat yang benar-benar berhak,” ujar Edward. Ia meminta pengawasan lebih ketat agar tidak terjadi ketimpangan pasokan.
Edward juga menyoroti kesenjangan harga antara BBM subsidi dan non-subsidi yang cukup besar. Menurutnya, masyarakat harus sadar menggunakan BBM sesuai kebutuhannya.
“Harga BBM non-subsidi bisa setara 2,5 liter subsidi, jadi gunakanlah secara bijak,” ucapnya. Ia mengingatkan pentingnya tanggung jawab kolektif dalam pemakaian energi.
Rapat ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Sumsel guna merespons antrean SPBU. Pemerintah mencari solusi konkret untuk menjamin stabilitas pasokan BBM.
Turut hadir Kepala Dinas ESDM Sumsel Hendriansyah dan Kepala Dinas Perdagangan Henny Yulianti. Diskusi berlangsung intens membahas teknis distribusi dan pengawasan lapangan.
Pemprov berharap rapat ini melahirkan kebijakan tegas dan berkeadilan. Tujuannya agar subsidi tepat guna dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.






