Begini Respons Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan, Izin PT TPL Dicabut

kabarterkinionline.com

Izin PT TPL Dicabut, Begini Respons Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan.
Pihak pemerintah pusat secara resmi menyatakan pencabutan izin terhadap sejumlah perusahaan.

Satu diantaranya adalah PT TPL, yang dikenal sebagai perusahaan bubur kertas.
Sejak seruan “tutup TPL” oleh Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan diserukan secara publik, kelompok masyarakat bersatu dengan tokoh agama dari berbagai gereja denominasi di Indonesia dan agama turun ke jalan meneriakkan agar PT TPL tutup secara permanen.

Teranyar, aksi demonstrasi berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Berbagai aksi juga dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk perlawanan akan masifnya kerusakan lingkungan yang diduga disebabkan oleh sejumlah perusahaan di kawasan Danau Toba.

Setelah dicabutnya izin PTTPL oleh pemerintah pusat, ia mendorong pemerintah membuka dialog melibatkan masyarakat adat, pimpinan gereja, ulama, akademisi, peneliti, LSM bersama Pemda untuk menerima masukan.

“Menurut saya konsesi diperuntukkan, pertama, untuk memulihkan hutan lindung, terutama hulu sungai,” ujar Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan, Rabu (21/1/2026).

“Kedua, diperuntukkan untuk tanah atau hutan adat, dengan pengaturan yang jelas. Ketiga, pertanian: tanaman keras, tanaman produktif dan hortikultura,” lanjutnya.

“Keempat, diperuntukkan bagi sebagian mereka yang selama ini tergantung penghidupan dari TPL,” sambungnya.
Ia juga mengutarakan sumber dananya bersumber dari ganti rugi dari perusak lingkungan dan pemerintah.
Untuk pemulihan kawasan hutan, ia juga mengajak masyarakat bergotong royong melakukan reboisasi.
“HKBP akan mengerahkan warganya ikut melakukan reboisasi,” sambungnya.

Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan: Mengarahkan Mata Hati kepada Allah Pencipta dan Pemilik Semesta Alam
Ia mengaku bergembira dan bersyukur setelah mendengar kebijakan pemerintah pusat mencabut izin perusak lingkungan. Satu diantaranya, PT TPL.

Dalam unggahannya di media sosial, ia menyampaikan refleksi setelah adanya
putusan pemerintah terhadap perusahaan yang dinilai berkontribusi merusak alam.
“Tidak mudah merangkai kata-kata yang sungguh mampu menampung getar syukur di dalam hati atas kebijakan yang begitu bijak, ketika Bapak Presiden mencabut izin perusahaan-perusahaan yang terbukti merusak lingkungan, termasuk PT Toba Pulp Lestari,” tulisnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *