Kabarterkinionline.com
BGN Klaim Lakukan Investigasi, Modus Jual Beli Titik Dapur MBG Terbongkar.
Modus jual beli titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terungkap. Oknum tak bertanggung jawab menawarkan akses pembukaan dapur MBG dengan imbalan uang hingga ratusan juta rupiah.
Badan Gizi Nasional (BGN) kini tengah melakukan investigasi terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan program prioritas pemerintah tersebut.
Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, mengatakan investigasi dilakukan berdasarkan laporan dan fakta yang ditemukan di lapangan.
“Menurut saya harus ada investigasi yang berdasar fakta,” kata Tigor saat dihubungi melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa.
Ia juga mengimbau masyarakat yang menerima tawaran mencurigakan terkait jual beli titik dapur SPPG agar segera melapor. Laporan dapat disampaikan melalui Sentra Aduan Gizi Indonesia (SAGI) di Call Center 127 agar dapat segera ditindaklanjuti.
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran bisnis yang mengatasnamakan Program MBG, terlebih jika disertai permintaan imbalan uang atau bentuk pembayaran lainnya.
“Untuk masyarakat agar selalu cermat dan hati-hati dengan berbagai tawaran bisnis apapun, termasuk tawaran terlibat dalam Program MBG,” ujar Dadan.
Ia memastikan setiap pelaku yang terbukti melakukan penipuan dengan mencatut Program MBG akan diproses secara hukum.
“Jika orangnya kenal dengan alamat jelas, diproses sesuai prosedur. Jika jelas penipuan, dilaporkan secara hukum,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya mengungkapkan salah satu modus yang banyak digunakan pelaku adalah menjual titik dapur SPPG dengan iming-iming keuntungan besar.
Menurut Sony, sistem pendaftaran saat ini sudah ditutup sehingga masyarakat harus waspada jika ada pihak yang mengklaim masih bisa membuka akses pendaftaran.
“Sekarang sistemnya sudah ditutup, oleh karena itu waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar karena bisa kita drop langsung,” ujarnya.
Ia bahkan mengaku pernah menerima video yang memperlihatkan adanya penawaran jual beli titik dapur dengan harga mencapai Rp200 juta.
“Saya pernah menerima video orang yang menyebarkan informasi titik jual beli itu Rp200 juta. Jadi saya lihat langsung ID-nya berapa, drop (turunkan) biar orang yang sudah membayar rugi,” kata Sony.
Salah satu kasus terbaru dugaan penipuan terjadi di Perumahan Pondok Permata, Kabupaten Babelan, Bekasi, Jawa Barat. Seorang perempuan diduga menawarkan pembukaan dapur SPPG dengan janji keuntungan berlipat.
Korban dalam kasus tersebut dikabarkan telah menyetorkan uang hingga puluhan juta rupiah kepada pelaku.







