kabarterkinionline.com
Dinas Pariwisata Sumsel Ungkap Target Wisatawan pada 2026, Tambah 10 Desa Wisata Baru. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan mentargetkan kunjungan wisatawan mencapai 25 juta orang pada 2026.
Target tersebut ditetapkan setelah realisasi kunjungan wisatawan hingga November tahun 2025 tercatat menyentuh angka 23,9 juta orang. “Tahun 2026 target bisa mencapai 25 juta atau naik 2 juta. Karena tahun lalu kunjungan wisatawan melampaui target sasaran yang hanya sebesar 19 juta,” ungkap Kepala Bidang Destinasi Disbudpar Sumsel Vita Sandra, Senin (12/1/2026).
Oleh sebab itu, pemerintah daerah menyiapkan berbagai strategi mulai dari penguatan desa wisata hingga pengembangan ceruk pasar baru. Pemerintah berencana menambah 10 desa wisata baru pada tahun ini untuk melengkapi 150 desa wisata yang sudah terealisasi sepanjang 2025. Selain itu, potensi wisata kesehatan (wellness tourism) dan wisata olahraga (sport tourism) akan menjadi fokus utama pengembangan destinasi di Bumi Sriwijaya.
Kegiatan olahraga berskala besar seperti event lari di kawasan Danau Ranau sedang dipersiapkan untuk mengulang kesuksesan Dempo Run 2025 di Pagar Alam. “Nanti kami juga akan menghadirkan event lari di kawasan Danau Ranau, yang tujuannya juga untuk menarik minat wisatawan datang dan menggerakkan ekonomi lokal,” beber Vita.
Meski begitu, pihaknya mengakui bahwa isu keamanan dan kenyamanan di destinasi wisata masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan.
Kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang menjadi salah satu sorotan utama karena masih adanya laporan mengenai tindak kriminal serta pungutan liar. Persoalan tersebut kini telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian, termasuk tim Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) guna meningkatkan pengawasan di lapangan.
Pemerintah berharap adanya peran aktif dari aparat penegak hukum untuk memastikan setiap objek wisata di Sumsel aman bagi pengunjung domestik maupun mancanegara. “Masalah keamanan ini menjadi keresahan kita bersamam. Kami sudah komunikasikan dengan pihak Polda, seperti tim Pamobvit, lalu juga Poltabes untuk menangani masalah ini,” tutup Vita.







