Kabarterkinionline.com
Dioperasi Penangkapan Maduro, Peran CIA Hingga Pasukan Elite Delta Force
Operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengungkap kolaborasi presisi antara badan intelijen dan pasukan tempur elite. Laporan terbaru merinci bagaimana Central Intelligence Agency (CIA) dan pasukan khusus Delta Force bahu-membahu dalam misi berisiko tinggi tersebut pada awal tahun 2026 ini.
CIA memainkan peran kunci dalam tahap pra-serbu, menyediakan data intelijen real-time untuk memetakan pola pergerakan dan lokasi persembunyian Maduro yang selama ini sulit ditembus. Informasi vital ini menjadi landasan bagi Delta Force untuk melancarkan serangan kilat yang terukur. Presiden Donald Trump turut membagikan ketegangan operasi tersebut, menyebutkan insiden di mana sebuah helikopter AS menerima tembakan berat dari pasukan loyalis Maduro, namun misi tetap berhasil diselesaikan tanpa korban jiwa di pihak AS.
Setelah dilumpuhkan, Maduro langsung diekstradisi ke Amerika Serikat di bawah pengawalan ketat FBI. Ia kini mendekam di Pusat Penahanan Metropolitan (MDC) Brooklyn, New York, fasilitas yang sama tempat P Diddy ditahan. Penangkapan ini sontak memicu gempa geopolitik; sementara Washington merayakannya sebagai kemenangan penegakan hukum, sekutu Maduro seperti Korea Utara mengecam keras tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan, menciptakan polarisasi tajam di antara negara-negara Amerika Latin mengenai legalitas intervensi militer asing ini.






