Kabarterkinionline.com
Good News dari SKK Migas: Produksi Tembus 205 BOPD!, Sumur Prabumulih Melejit. Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan keberhasilan kegiatan well service yang dilakukanPT Pertamina EP Asset 2 di Sumatera Selatan.
Dalam laporan resminya kepada Menteri dan Wakil Menteri ESDM pada Selasa, 3 Januari 2026, Djoko menyampaikan bahwa sumur pengembangan PMB-025 di Struktur Prabumulih Barat, Lapangan Prabumulih, berhasil mencatatkan laju alir awal (initial rate) sebesar 205,34 barel minyak per hari (BOPD). Angka ini melonjak hampir tiga kali lipat dari target awal yang hanya 70 BOPD.
Kegiatan well service pada sumur PMB-025 dimulai sejak 14 Januari 2026 dan hingga kini masih dalam tahap uji produksi. Meski mencatat water cut relatif tinggi di kisaran 55 persen, lonjakan produksi minyak dinilai tetap sangat ekonomis.
Secara teknis, pekerjaan difokuskan pada tiga sasaran utama: Squeeze cementing pada lapisan BRF (1795,5–1797 mMD). Perbaikan bonding semen (1816–1818 mMD). Perforasi produksi lapisan R9 (1811,85–1814,75 mMD).
Seluruh pekerjaan dilakukan menggunakan Rig GJE-06 berkapasitas 350 HP, dengan total durasi sekitar tiga minggu. Biaya yang dikeluarkan pun relatif efisien, yakni sekitar USD 156.056 berdasarkan estimasi lapangan.
Lebih jauh, Djoko menegaskan bahwa keberhasilan ini memperkuat keyakinan SKK Migas terhadap strategi well service sebagai tulang punggung menjaga produksi nasional.
Pada tahun 2026, SKK Migas bersama KKKS menargetkan pelaksanaan 38.317 kegiatan perawatan sumur di seluruh Indonesia. Dengan asumsi konservatif—setiap well service hanya menambah 1 BOPD—langkah ini diyakini mampu menahan laju penurunan produksi (decline rate) secara signifikan.
“Jika setiap sumur memberi tambahan minimal satu barel per hari, maka penurunan produksi nasional bisa dicegah. Insya Allah, mohon doa agar upaya ini berjalan lancar,” tutup Djoko.
Keberhasilan PMB-025 menjadi bukti bahwa optimalisasi sumur eksisting, dengan biaya relatif kecil dan risiko rendah, tetap menjadi harapan besar di tengah tantangan eksplorasi migas yang kian kompleks.







