kabarterkinionline.com
Lewat Pinjaman Modal Tanpa Bunga untuk UMKM, Wali Kota Palembang Dorong Pertumbuhan Ekonomi. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus memperkuat kerakyatan ekonomi, melalui program bantuan pinjaman modal tanpa agunan dan bunga bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program ini menjadi salah satu strategi utama Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, untuk mendorong geliat ekonomi di Ibu Kota Sumatera Selatan (Sumsel) itu.
“Berdasarkan bantuan evaluasi, penyaluran pinjaman modal sekitar Rp5 juta per usaha dalam beberapa bulan terakhir sudah dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM. Program ini akan terus kita lanjutkan hingga akhir tahun 2025 agar semakin banyak pelaku usaha kecil yang berkembang.” ujar Ratu Dewa, pada hari Senin, tanggal 6 Oktober 2025.
Menurut Ratu Dewa, program pinjaman modal ini terbukti efektif membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha mereka. Pinjaman diberikan tanpa agunan dan tanpa bunga, asalkan penerima pinjaman menjalankan kewajiban cicilan tepat waktu.
“Skemanya sederhana, pelaku usaha meminjam Rp5 juta, tanpa bunga. Selama mereka tertib membayar cicilan, tidak ada beban tambahan. Tujuannya agar UMKM bisa tumbuh sehat dan berdaya saing.” jelasnya.
Melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palembang, pemerintah telah mendata sekitar 93 ribu pelaku usaha yang tersebar di 18 kecamatan. Dari jumlah itu, penerima bantuan akan diprioritaskan bagi UMKM yang sudah terdaftar dalam pendataan kuota kecamatan, serta termasuk keluarga miskin ekstrem.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun 2025, dengan dukungan lembaga keuangan daerah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Palembang sebagai mitra penyalur.
“Untuk memastikan tepat sasaran, ada survei lapangan oleh pihak bank sebelum bantuan dicairkan. Kami ingin memastikan usaha penerima benar-benar aktif dan layak menerima bantuan.” ujar Ratu Dewa.
Agar dapat mengakses program ini, pelaku UMKM harus memenuhi beberapa persyaratan administrasi dan legalitas usaha, antara lain Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan melalui Dinas Koperasi dan UMKM Palembang. Tidak sedang menerima subsidi bunga dari pinjaman lain. Memiliki usaha yang sudah berjalan minimal satu tahun.
Ratu Dewa berharap, program bantuan pinjaman modal ini dapat menjadi penggerak utama perekonomian rakyat di tengah upaya pemulihan ekonomi pascapandemi dan ketidakstabilan global.
‘Melalui dukungan modal yang mudah diakses dan tanpa bunga ini, kami ingin ekonomi kerakyatan di Bumi Sriwijaya kembali bangkit dan lebih kuat.” tuturnya.







