Luncurkan Aplikasi Stunting Sicantik Keting Musi untuk Penanganan Lebih Efektif, Inovasi Pemkot Palembang

kabarterkinionline.com/

Luncurkan Aplikasi Stunting Sicantik Keting Musi untuk Penanganan Lebih Efektif, Inovasi Pemkot Palembang. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, meluncurkan sebuah inovasi digital guna mempercepat penanganan stunting di wilayahnya. Aplikasi ini diberi nama Sistem Informasi Cegah Stunting secara Terintegrasi dan Kolaborasi Kendalikan Stunting, atau disingkat Sicantik Keting Musi.

Langkah progresif ini diambil untuk memastikan upaya penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi dan efektif. Aplikasi ini diharapkan menjadi alat penting dalam memantau serta mengintervensi kasus stunting di seluruh kecamatan Palembang.

Peluncuran aplikasi ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Selatan. Mereka melihat potensi besar aplikasi ini untuk menjadi model bagi daerah lain dalam upaya menekan angka stunting.

Sicantik Keting Musi: Harapan Baru Penanganan Stunting

Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, Arios Saplis, menyatakan harapannya agar aplikasi Sicantik Keting Musi dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Provinsi Sumsel. Bahkan, ia berharap aplikasi ini bisa ditingkatkan hingga skala nasional.

Menurut Arios, Palembang memiliki prevalensi stunting yang relatif rendah di Sumsel, yakni 10,6 persen. Angka ini menunjukkan adanya program atau kegiatan yang jelas dan nyata dalam penanganan stunting di kota tersebut.

“Karena Kota Palembang merupakan salah satu prevalensi stunting terendah di Sumsel yakni 10,6 persen. Artinya kan ada program atau giat yang jelas dan nyata, dan inilah yang kami perlu untuk dicontohkan,” ujarnya.

BKKBN Sumsel berencana untuk mempelajari lebih lanjut dokumen dan bahan terkait aplikasi ini. Tujuannya adalah untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik kepada daerah lain yang juga berjuang mengatasi masalah stunting.

Sinergi Program dan Pemberian Makanan Tambahan

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan komitmen penuh Pemkot Palembang dalam mendukung program-program BKKBN Sumsel. Dukungan ini terutama diberikan pada program yang sejalan dengan visi dan misi Wali Kota serta Wakil Wali Kota Palembang.

Selain inovasi digital, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Palembang juga menggencarkan program pemberian makanan tambahan (PMT). Program ini menyasar warga di 18 wilayah kecamatan sebagai bagian dari upaya penanganan stunting.

Ketua TP PKK Palembang, Dewi Sastriani, menjelaskan bahwa program PMT ini telah dimulai sejak awal Juli 2025 dan akan terus berlangsung. Fokus utama program ini adalah menjaga kesehatan ibu hamil dan memastikan anak yang dilahirkan sehat serta terhindar dari dampak stunting.

Pemberian asupan gizi yang tepat bagi ibu hamil sangat penting untuk kualitas kesehatan anak yang dikandung. Selain itu, TP PKK juga mendorong ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilannya agar dapat melahirkan generasi yang lebih sehat dan cerdas.

Angka Stunting Menurun, Komitmen Terus Berlanjut

Upaya yang dilakukan Pemkot Palembang dan TP PKK menunjukkan hasil positif dalam menekan angka stunting. Data terbaru menunjukkan penurunan kasus stunting di Kota Palembang, dari 170 menjadi 167 kasus.

Penurunan ini menjadi indikator keberhasilan program-program yang telah dilaksanakan. Pemkot Palembang berharap tren positif ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Dengan berlanjutnya penurunan angka stunting, diharapkan semakin banyak anak-anak di Palembang yang terhindar dari masalah gizi kronis ini. Komitmen untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas menjadi prioritas utama.

Sinergi antara pemerintah daerah, BKKBN, dan organisasi masyarakat seperti TP PKK, menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target penurunan angka stunting. Inovasi digital seperti Aplikasi Stunting Palembang juga berperan besar dalam efektivitas program.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *