Perkuat Kolaborasi Melalui Silaturahmi di Griya Agung, Pemprov Sumsel dan Badan Karantina Indonesia

kabarterkinionline.com/
Perkuat Kolaborasi Melalui Silaturahmi di Griya Agung, Pemprov Sumsel dan Badan Karantina Indonesia
Silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban antara jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel dan rombongan Badan Karantina Indonesia.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
Dalam sambutannya, Sekda Edward Candra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Kepala Badan Karantina Indonesia beserta jajaran yang telah memenuhi undangan Pemprov Sumsel.
Ia berharap melalui momentum silaturahmi ini, kerja sama yang selama ini telah terjalin dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam mendukung pengembangan potensi daerah Sumatera Selatan.
Edward menegaskan, Sumsel memiliki potensi sumber daya alam dan komoditas unggulan yang sangat besar dan beragam.
Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola secara optimal dan dipublikasikan secara luas agar dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
“Sumsel tidak hanya memiliki potensi besar, tetapi juga harus mampu mengelolanya dengan baik serta mempublikasikannya agar masyarakat luas mengetahui bahwa Sumsel memiliki kekuatan ekonomi yang luar biasa,” ujarnya.
elain itu, Edward juga menegaskan komitmen Pemprov Sumseuntuk terus bergerak maju dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis, salah satunya Pelabuhan Tanjung Carat.
Pelabuhan ini diharapkan dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan peningkatan ekspor daerah.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemprov Sumsel.
Ia mengungkapkan bahwa Sumatera Selatan bukanlah daerah yang asing baginya dan memiliki posisi strategis dalam pengembangan sektor komoditas, perdagangan, dan ekspor nasional.
“Program yang kita jalankan hari ini merupakan langkah awal. Ke depan, kita akan membangun satu kawasan terintegrasi dengan memilih lokasi yang tepat dan strategis,” jelas Sahat.
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut akan diarahkan pada penguatan hilirisasi dan digitalisasi, sehingga seluruh data komoditas dapat terintegrasi secara optimal dan akurat.
Ia menambahkan, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dampak dari program tersebut diharapkan dapat diukur secara nyata, baik terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini merupakan langkah awal untuk membangun sistem yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *