Siap-siap! Kawasan CFD Kambang Iwak dan Kolonel Atmo, Pemkot Palembang Siapkan

kabarterkinionline.com
Siap-siap! Kawasan CFD Kambang Iwak dan Kolonel Atmo, Pemkot Palembang Siapkan.Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bakal menyiapkan aturan terkait penataan kawasan Car Free Day (CFD) Kambang Iwak (KI) dan Jalan Kolonel Atmo.
Saat ini Peraturan Wali Kota (Perwali) terbaru tengah disusun oleh Pemkot Palembang guna menata kawasan CFD Kambang Iwak (KI) dan Pedestrian Kolonel Atmo.
Langkah ini diambil guna menyatukan berbagai regulasi yang selama ini dianggap tumpang tindih antar instansi terkait pengelolaan kawasan CFD tersebut.
Hal tersebut dijelaskan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menurutnya saat ini aturan terkait CFD hingga perdagangan yang berada di Kambang Iwak masih terpecah di berbagai dinas.
Kondisi tersebut sering kali memicu perbedaan kebijakan di lapangan antara satu instansi dengan instansi lainnya.
“Kita akan membuat satu Perwali yang menyatukan aturan-aturan yang selama ini banyak dan sering terpisah. Misalnya satu dinas punya aturan sendiri, dinas lain punya sendiri.
Nah, ini kita buat satu aturan nian biar tidak tumpang tindih,” ujar Isnaini usai rapat di Setda Palembang, Senin, 26 Januari 2026.
Nantinya akan ada aturan atau regulasi tunggal bagi bagi Dinas Perhubungan (Dishub) hingga Satpol PP soal penataan kawasan ikonik di kota Palembang.
Dalam aturan baru tersebut, Pemkot akan merinci secara detail mengenai teknis perdagangan, mulai dari jam operasional hingga standardisasi lapak.
Hal ini mencakup batasan penggunaan tenda bagi para pedagang agar Proses pematangan konsep ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat sebelum dilaporkan kepada Wali Kota Palembang.estetika kawasan tetap terjaga dan tidak terkesan kumuh.
“Kita atur jam operasional pedagang, batasan tendanya sampai mana yang boleh, kemudian di mana saja titik tempat parkirnya,” tambah Isnaini menjelaskan poin-poin yang sedang digodok dalam draf Perwali tersebut.
Meski demikian, Isnaini menyebutkan bahwa hasil rapat kali ini belum final karena tim teknis masih harus melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
Setelah konsep matang, Pemkot berencana melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat dan para pedagang untuk menyerap aspirasi mereka.
“Dalam waktu sebulan konsep mungkin sudah setengah matang, nanti kita lapor Pak Wali, baru kita sosialisasikan ke masyarakat dan pedagang untuk melihat masukan mereka,” pungkasnya

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *