Siapkan Revolusi Pendidikan Pancasila dari Usia Dini, BPIP Gandeng Pemkot Palembang

kabarterkinionline.com

Siapkan Revolusi Pendidikan Pancasila dari Usia Dini, BPIP Gandeng Pemkot Palembang. Pemerintah Kota Palembang menerima audiensi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam rangka membahas strategi implementasi pendidikan Pancasila di satuan pendidikan Kota Palembang. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim, Selasa (14/10/2025).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur BPIP Irene Camelyn Sinaga, bersama sejumlah pejabat pendamping dari lembaga tersebut. Pertemuan itu menjadi langkah awal kerja sama antara BPIP dan Pemkot Palembang untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan peserta didik sejak usia dini.

Dalam paparannya, Irene Camelyn Sinaga menegaskan bahwa Pancasila harus diajarkan bukan hanya sebagai mata pelajaran, tetapi juga sebagai nilai hidup yang ditanamkan sejak dini.

“Sejak usia SD, anak-anak harus benar-benar diajarkan pemahaman Pancasila, bukan hanya hafalan lima sila, tapi bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurut Irene, di era digital saat ini, generasi muda menghadapi tantangan besar terhadap pengaruh budaya luar dan penyebaran informasi yang cepat. Oleh karena itu, pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi sangat penting agar generasi muda tetap memiliki jati diri sebagai bangsa Indonesia.

“Ideologi harus dipahami dengan benar, agar anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh paham atau ideologi lain yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa,” tambahnya.

BPIP juga berencana menggelar diskusi bersama tenaga pendidik di Kota Palembang, untuk membahas metode pembelajaran Pancasila yang interaktif dan relevan dengan kondisi zaman.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kota Palembang Aprizal Hasyim menyambut baik inisiatif BPIP. Ia menilai, kolaborasi ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Palembang untuk mencetak generasi cerdas dan berkarakter melalui program “Palembang Cerdas.”

“Pemerintah Kota Palembang memiliki 462 sekolah, mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP. Semua menjadi sasaran penting dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air,” ujar Aprizal.

Ia menambahkan, penguatan pendidikan Pancasila di sekolah bukan hanya tanggung jawab guru PPKn, tetapi seluruh tenaga pendidik yang berinteraksi dengan siswa setiap hari.
“Untuk kesadaran kita bernegara dan berpancasila, kita perlu mendengarkan pembelajaran yang benar agar dapat menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air,” ucapnya.

Aprizal juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga pendidik dan BPIP agar pemahaman nilai-nilai Pancasila dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima anak-anak.

“Nanti para guru bisa langsung berdiskusi dengan Ibu Irene dan tim BPIP, agar bisa menghasilkan bentuk pembelajaran yang aplikatif dan sesuai karakter peserta didik kita,” jelasnya.

Ia berharap, kerja sama ini tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi bisa diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata di sekolah, seperti lomba nilai kebangsaan, pelatihan karakter, hingga pelibatan siswa dalam aksi sosial yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Program ini sejalan dengan misi “Palembang Cerdas dan Berkarakter” yang telah digagas oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang. Melalui pendekatan edukatif dan integratif, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap anak di Kota Palembang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai warga negara Indonesia.

“Pemahaman Pancasila sangat berguna untuk mencerdaskan, terutama bagi anak-anak usia dini,” tandas Aprizal.

Ia berharap pendidikan Pancasila dapat menjadi benteng moral di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *