Tangani Kasus Pengerusakan Rumah Ibadah, Pigai: Kementerian HAM Paling Cepat

kabarterkinionline.com/

Tangani Kasus Pengerusakan Rumah Ibadah, Pigai: Kementerian HAM Paling Cepat. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengeklaim bahwa instansinya lebih cepat menangani setiap kasus, termasuk terkait pengerusakan rumah ibadah di Padang.

Pigai memerintahkan Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Barat untuk meninjau lokasi perusakan rumah doa dan pendidikan agama Kristen, di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat.

“Kami kalau penanganan kasus biasanya Kementerian HAM paling cepat,” ujar Pigai, ketika ditemui di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2025). Pigai menuturkan, anak buahnya dapat langsung turun lapangan dalam waktu 1-2 jam ketika mengetahui ada kasus pelanggaran HAM.

“Kami hanya butuh 1-2 jam sudah kami wilayah yang turun, kalau dekat ya. Kecuali jaraknya jauh, baru 3-4 jam baru sampai,” ujarnya. Bagaimana peran daerah dalam sejarah? Pahami bersama Kompas 80 Tahun Indonesia. Pre-order sekarang Pigai menuturkan, ia mendapat perintah sebagai menteri HAM untuk menangani setiap kasus yang menyangkut hak asasi seluruh rakyat Indonesia.

“Makanya peristiwa seperti di Jawa Barat, di Padang, ataupun konflik-konflik sosial lainnya kami cepat tangani,” sebut dia. Selain dari Kementerian HAM, Pigai juga mengapresiasi langkah Kementerian Agama yang telah berupaya mengatasi masalah tersebut.

“Yang penting masyarakat atau komunitas harus membangun dialog yang konstruktif, siapapun boleh menyampaikan, tapi dialog konstruktif, bukan destruktif,” imbuh dia.

Sebelumnya diberitakan, sebuah rumah doa yang juga difungsikan sebagai tempat pendidikan agama bagi siswa Kristen milik jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, dirusak warga pada Minggu (27/7/2025). Pendeta GKSI Padang, F Dachi, menyebut rumah tersebut merupakan tempat ibadah dan juga lokasi belajar agama bagi siswa Kristen.

“Saat itu datang ketua RW dan RT memanggil untuk berbicara di belakang rumah. Namun di depan, warga ramai datang dan melakukan perusakan,” ujar Dachi, saat dihubungi, Minggu malam. Ia menjelaskan, saat kejadian, puluhan jemaat sedang berdoa dan para siswa tengah mengikuti pelajaran agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *