Terkonsentrasi di 7 Provinsi, Sebaran Perkebunan Sawit Sumatera

kabarterkinionline.com
Terkonsentrasi di 7 Provinsi, Sebaran Perkebunan Sawit Sumatera. Kelapa sawit masih menjadi komoditas perkebunan paling strategis di Indonesia. Sejak 2006, Indonesia bahkan menyalip Malaysia sebagai produksi minyak sawit (CPO) terbesar di dunia. Meski hampir seluruh provinsi di Indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit, data menunjukkan bahwa penguasaannya tidak merata. Luasan kebun sawit nasional justru terkonsentrasi di sejumlah wilayah tertentu, terutama di Pulau Sumatera dan Kalimantan.
Jika dilihat secara regional, lebih dari 80 persen perkebunan kelapa sawit Indonesia berada di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Faktor kesesuaian lahan, curah hujan yang tinggi, serta ketersediaan areal luas menjadi alasan utama dominasi kedua pulau tersebut. Selain itu, kebijakan pembangunan perkebunan pada masa lalu juga lebih banyak diarahkan ke wilayah ini, terutama melalui program perkebunan besar swasta dan perkebunan rakyat.

7 provinsi penghasil sawit terbesar di Indonesia Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian, terdapat tujuh provinsi yang menjadi sentra utama kelapa sawit Pulau Sumatera.

Ketujuh wilayah ini menyumbang porsi terbesar dari total luas perkebunan sawit Indonesia yang kini mencapai lebih dari 16 juta hektare. Provinsi Riau tercatat sebagai daerah dengan perkebunan sawit terluas di Indonesia. Wilayah ini telah lama menjadi tulang punggung industri sawit nasional, baik dari sisi produksi maupun hilirisasi. Di posisi berikutnya terdapat Sumatera Utara, yang merupakan daerah awal berkembangnya perkebunan sawit skala besar sejak masa kolonial.

Sumatera Utara memiliki sejarah panjang sebagai pusat industri sawit, khususnya di kawasan Deli Serdang dan sekitarnya. Berikut ini 7 provinsi dengan konsentrasi perkebunan kelapa sawit terbesar: Riau: 3,41 juta hektare Sumatera Utara: 1,36 juta hektare Sumatera Selatan: 1,24 juta hektare Jambi: 952 ribu hektare Sumatera Barat: 449 ribu hektare Aceh: 470 ribu hektare Bengkulu: 425 ribu hektare

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *