kabarterkinionline.com
TNI Selamatkan 18 Karyawan Freeport, OPM Bantah Lakukan Penyanderaan. Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) membantah penyanderaan terhadap 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Pos Tower 270, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Juru Bicara Organisasi Papua Merdeka, Sebby Sambom mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari pasukan OPM yang berbasis di Mimika terkait penyenderaan 18 karyawan PT Freeport Indonesia. Sehingga pihaknya menilai informasi tersebut merupakan kabar bohong atau hoax. “Sampai hari ini kami belum menerima laporan dari pasukan OPM di Mimika terkait penyenderaan itu,” katanya dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu (17/1/2026) pagi.
Pihaknya menilai adanya kejadian ini hanya sebagai propaganda untuk memperkeruh hubungan antara masing-masing pihak, baik terhadap Manajemen PT Freeport Indonesia, Pemerintah Indonesia maupun Amerika Serikat dan negara-negara yang berinvestasi untuk perusahaan ini.
“Kami menilai bahwa 18 karyawan PT Freeport Indonesia yang disandera adalah skenario untuk mendapatkan fasilitas dan jaminan dari negara untuk melakukan operasi di Tanah Papua,” ujarnya. Diberitakan sebelumnya, Satgas TNI Komando Operasi (Koops) Habema berhasil mengevakuasi dan menyelamatkan 18 karyawan PT Freeport Indonesia yang terisolasi selama tiga hari di Pos Tower 270, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah dari ancaman kelompok bersenjata. Operasi dimulai pada Sabtu (10/1), dan dilaksanakan tanpa kontak senjata. Dalam upaya penyelamatan, TNI menembus medan ekstrem pegunungan Papua di ketinggian lebih dari 2.500 MDPL dengan terencana. Sehingga seluruh pekerja dapat diselamatkan dalam kondisi aman hingga proses evakuasi tuntas.
Keberhasilan operasi ini menegaskan komitmen negara melalui Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam melindungi warga negara, mengamankan objek vital nasional strategis, serta menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan di wilayah rawan konflik, khususnya Papua.







