kabarterkinionline.com
Wali Kota Ratu Dewa Dorong ASN Kuliah S2 dan S3, Wujudkan Palembang Cerdas
Pemerintah Kota Palembang di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Ratu Dewa menunjukkan keseriusan dalam merealisasikan program unggulan “Palembang Cerdas”. Salah satu langkah konkret yang kini disiapkan adalah memfasilitasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana (S2 dan S3), termasuk program dokter spesialis.
Wali Kota Ratu Dewa menegaskan bahwa program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) ASN ini sudah mulai berjalan dan ditargetkan resmi diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2026. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong profesionalisme birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Palembang.
“Program ini bertujuan memperkuat kualitas SDM ASN dengan target yang jelas di sejumlah sektor strategis. Kali ini kita bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk program dokter spesialis. Target kita, setiap Puskesmas memiliki minimal satu dokter spesialis,” ujar Ratu Dewa.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan Unpad dipilih karena kampus tersebut merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer (SP.KKLP). Program ini dinilai sangat relevan untuk meningkatkan layanan kesehatan dasar di Palembang.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Palembang, Yanurpan Yany, menambahkan bahwa sesuai arahan wali kota, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ditargetkan memiliki minimal satu ASN bergelar doktor (S3). Di sektor pendidikan, Pemkot Palembang juga menargetkan setiap sekolah memiliki satu guru dengan kualifikasi pendidikan S2.
Menariknya, seluruh biaya pendidikan ASN tersebut akan ditanggung sepenuhnya oleh APBD Kota Palembang, mulai dari jenjang S2, dokter spesialis, hingga S3. Sistem pembayaran dilakukan secara transfer langsung ke rekening universitas, sehingga transparan dan dapat diawasi oleh Inspektorat serta BPKP.
“Ini merupakan bentuk nyata pemenuhan janji Pak Wali Kota saat kampanye, yakni Palembang Cerdas. Insya Allah, program ini sudah bisa berjalan pada tahun ajaran baru 2026,” tegas Yanurpan.
Ia juga memastikan bahwa ASN peserta program tidak perlu meninggalkan jabatan maupun keluarga, karena sistem perkuliahan dirancang di luar jam dinas. Untuk mekanisme seleksi, BKPSDM hanya melakukan verifikasi administrasi, sementara seleksi akademik sepenuhnya menjadi kewenangan universitas.
“ASN dari berbagai OPD akan bersaing secara terbuka. Kuota diberikan kepada peserta dengan peringkat terbaik di masing-masing universitas,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Unpad, Tomy Perdana, mengungkapkan bahwa pada tahap awal, kuota yang disiapkan berjumlah 21 orang untuk program spesialis dokter keluarga dan layanan primer. Ia menegaskan Unpad telah siap karena memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan program tersebut.
Wali Kota Ratu Dewa Dorong ASN Kuliah S2 dan S3, Wujudkan Palembang Cerdas







