Pemkot Palembang Batalkan Rencana Pindah Lokasi Festival Bidar Dipastikan Tetap di Sungai Musi

kabarterkinionline.com

Pemkot Palembang Batalkan Rencana Pindah Lokasi Festival Bidar Dipastikan Tetap di Sungai Musi. Polemik rencana pemindahan Festival Bidar Tradisional akhirnya berakhir. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memastikan perlombaan perahu warisan budaya itu tetap digelar di Sungai Musi pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah Pemkot Palembang menggelar rapat bersama para budayawan, pelaku bidar, dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Kamis (6/8/2026). Hasilnya, lokasi lomba dipindahkan ke kawasan Kampung Kapitan yang berada di seberang Benteng Kuto Besak (BKB), namun tetap berada di Sungai Musi.

Berita Palembang

Keputusan ini sekaligus membatalkan wacana sebelumnya yang akan memindahkan lomba ke Sungai Ogan atau Sungai Keramasan akibat revitalisasi kawasan BKB. Rencana itu sempat memicu gelombang penolakan dari pegiat budaya karena dinilai menghilangkan nilai sejarah Bidar yang selama puluhan tahun identik dengan Sungai Musi.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari nilai historis, kesiapan lokasi, hingga efisiensi anggaran.

“Hasil rapat ini bersepakat lokasi Bidar dikembalikan ke Sungai Musi. Selanjutnya hasilnya akan kami laporkan kepada pimpinan,” ujar Isnaini.

Menurutnya, Kampung Kapitan dipilih karena telah memiliki fasilitas pendukung yang memadai. Kawasan tersebut memiliki plaza yang menjorok ke Sungai Musi, tenda permanen, serta akses yang dinilai cukup baik untuk penyelenggaraan festival.

“Di tengah efisiensi anggaran, Kampung Kapitan menjadi lokasi yang paling memungkinkan. Tinggal kita matangkan soal kebersihan, keamanan, dan teknis pelaksanaan bersama OPD terkait,” katanya.

Pemkot juga berencana mengundang tamu dari berbagai daerah hingga perwakilan kedutaan besar untuk menyaksikan festival yang telah masuk dalam kalender budaya nasional tersebut.

Budayawan Minta Ada Payung Hukum

Ketua Komunitas Batang Hari Sembilan (Kobar 9), Vebri Al Lintani, menyambut baik keputusan tersebut. Namun ia mengingatkan agar polemik serupa tidak terus berulang setiap tahun.

Menurutnya, Festival Bidar membutuhkan payung hukum agar keberlangsungannya sebagai tradisi budaya Palembang memiliki kepastian.

Berita Palembang

“Kami sepakat Bidar tetap di Sungai Musi, tepatnya di Kampung Kapitan. Tetapi ke depan harus ada payung hukum agar tradisi ini tidak terus diperdebatkan setiap tahun. Bidar adalah warisan budaya yang harus dijamin keberlangsungannya,” tegas Vebri.

Ia menilai Festival Bidar telah menjadi identitas Kota Palembang sejak masa kolonial dan selalu dinantikan masyarakat setiap 17 Agustus.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra sekaligus Plt Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Kgs H Sulaiman Amin, memastikan masyarakat tetap bisa menyaksikan perlombaan Bidar pada Hari Kemerdekaan.

“Tanggal 17 Agustus nanti tetap ada Bidar di Sungai Musi. Kami mengajak masyarakat datang bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.

Sulaiman juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk mendukung pelaku usaha lokal di Kampung Kapitan.

“Di Kampung Kapitan banyak kuliner dan kerajinan masyarakat. Datanglah dan berbelanja di sana agar kegiatan ini juga memberi manfaat ekonomi bagi warga,” ujarnya.

Sebelumnya, penyelenggaraan Festival Bidar tahun ini sempat menuai kritik. Selain anggaran yang hanya sekitar Rp50 juta, revitalisasi kawasan Benteng Kuto Besak membuat lokasi utama penyelenggaraan tidak dapat digunakan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang M Irman mengakui pihaknya terlambat berkoordinasi dengan para budayawan sehingga memunculkan polemik.

Berita Palembang

“Saya mengakui ini menjadi kekurangan kami karena tidak berkomunikasi lebih awal dengan para pegiat budaya. Seharusnya berbagai kendala bisa didiskusikan sejak awal agar ditemukan solusi bersama,” katanya.

Irman menjelaskan Festival Bidar tetap menjadi agenda strategis karena kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *