BI Ungkap Gabah Sumsel Dibawa ke Luar Beras 5 Kilogram Masih Sulit Dicari

kabarterkinionline.com

BI Ungkap Gabah Sumsel Dibawa ke Luar Beras 5 Kilogram Masih Sulit Dicari
Beras kemasan 5 kilogram masih sulit ditemukan masyarakat di sejumlah pasaran Kota Palembang, Sumatera Selatan. Padahal, ukuran tersebut banyak dicari karena dinilai sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat.

Di tengah kondisi itu, Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan menyoroti adanya gabah dari Sumsel yang dibawa pedagang ke luar daerah. Pedagang disebut memilih menjual gabah ke daerah lain karena mendapatkan harga yang lebih tinggi.

Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono mengatakan stok beras di Bulog sebenarnya masih mencukupi. Namun, pasokan gabah dari petani tidak seluruhnya bertahan di Sumsel karena sebagian dibawa keluar daerah.

“Stok di Bulog sebenarnya mencukupi, cuma memang ada perilaku petani dan pedagang itu membawa gabahnya ke luar Sumsel sehingga dia cari harga yang lebih mahal,” kata Bambang, Minggu (20/9/2026).

Menurut Bambang, persoalan tersebut telah dibahas bersama Pemerintah Provinsi Sumsel dan Bulog. Bulog akan melakukan intervensi untuk membantu menjaga ketersediaan dan kestabilan harga beras di Sumsel.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni menambah penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Jika pemerintah daerah mengajukan permintaan, Bulog juga dapat menambah jatah untuk pelaksanaan operasi pasar.

“Insyaallah Bulog akan melakukan intervensi. Mudah-mudahan harganya bisa stabil. Beliau mau menambah SPHP, kemudian nanti ada permintaan dari pemerintah daerah, maka beliau menambah lagi jatah untuk operasi pasar,” ujarnya.

Bambang mengatakan intervensi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga pasokan beras di Sumsel. Hal itu juga penting agar harga beras tetap terjangkau masyarakat, khususnya untuk kemasan 5 kilogram yang banyak dibutuhkan masyarakat.

Dia menambahkan pengendalian pangan menjadi salah satu perhatian dalam menjaga stabilitas inflasi Sumsel. Menurutnya, pergerakan harga pangan bergejolak atau volatile food menjadi salah satu faktor yang perlu terus dikendalikan.

“Harapannya nanti dengan Bulog masuk, mudah-mudahan harganya bisa stabil,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *