Kabarterkinionline.com
Ajari warga soal kebersihan Ratu Dewa perintahkan camat “turun gunung” . Wali Kota Palembang Ratu Dewa menginstruksikan seluruh camat di 18 kecamatan untuk “turun gunung” menjadi edukator publik guna membentuk karakter disiplin warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Para camat menjadi ujung tombak bersentuhan langsung dengan masyarakat membentuk karakter disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan,” katanya di Palembang, Rabu.
Ia mengatakan para camat harus menjalankan program sosialisasi dan edukasi secara masif dan berkelanjutan kepada masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Saat ini, Pemkot Palembang sedang dalam upaya meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan kota, antara lain dengan menggencarkan edukasi publik, penyediaan infrastruktur, dan penegakan hukum.
Ia menjelaskan edukasi publik melalui para camat, kemudian infrastruktur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar segera melakukan pemetaan kebutuhan sarana prasarana, khususnya penyediaan tong sampah di seluruh kecamatan dan kelurahan, dengan target penyelesaian dalam dua hari.
Selain itu, penegakan hukum berupa penguatan regulasi. Pemkot Palembang telah memiliki peraturan daerah terkait kebersihan lingkungan yakni Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2015.
Namun, ia menyebutkan akan merevisi dalam waktu 26 hari ke depan terkait dengan kajian komprehensif terhadap aspek yuridis peraturan, agar lebih adaptif dan memiliki daya tekan yang kuat terhadap pelanggaran.
“Ke depan kita akan terapkan sanksi tegas. Ini bukan lagi sekadar imbauan, tapi langkah nyata untuk menciptakan efek jera,” katanya.
Dia mengharapkan pendekatan yang menggabungkan penegakan hukum, penyediaan infrastruktur, dan edukasi publik mampu menekan volume sampah secara signifikan.
Sebelumnya, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyebutkan produksi sampah oleh masyarakat di 18 wilayah kecamatan per hari bisa mencapai 1.260 ton
“Dari total tersebut, Pemkot Palembang bisa menangani 900 hingga 1.000 ton sampah per hari,” katanya.
Pihaknya juga sedang fokus pada solusi teknologi melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang berlokasi di kawasan Keramasan.
Pembangunan PLTSa Keramasan tersebut ditargetkan selesai dan mulai beroperasi paling lambat pada Oktober 2026. Fasilitas ini diproyeksikan mampu mengolah sampah dalam skala besar sekaligus mengonversi menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.






