Kabarterkinionline.com
Aprizal Hasyim Tekankan Langkah Konkret dan Terukur, Pemkot Palembang Cari Solusi Lampu Jalan. Pemerintah Kota Palembang terus berupaya mengatasi persoalan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang belakangan banyak dikeluhkan masyarakat.
Melalui rapat koordinasi khusus, Sekretaris Daerah (Sekda) Aprizal Hasyim bersama Dinas Perhubungan Kota Palembang dan para camat se-Kota Palembang membahas langkah strategis untuk penanganan masalah tersebut.
Rapat yang digelar di ruang Dishub Palembang pada Senin (30/03) itu menjadi forum penting untuk menyerap berbagai laporan langsung dari wilayah. Dalam pertemuan tersebut, Aprizal mendengarkan paparan teknis dari Dishub serta berbagai keluhan yang disampaikan para camat terkait kondisi lampu jalan di wilayah masing-masing.
Menurut Aprizal, persoalan PJU telah menjadi perhatian serius karena menyangkut kenyamanan dan keamanan masyarakat. Ia menegaskan perlunya langkah nyata yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga terencana dan terukur.
“Keluhan soal lampu jalan ini terus disampaikan masyarakat. Artinya, kita harus segera mengambil langkah konkret agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga terungkap sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan. Mulai dari aspek teknis perbaikan, pelayanan pengaduan yang belum optimal, hingga keterbatasan sumber daya manusia serta peralatan operasional yang dimiliki.
Aprizal menilai, salah satu kunci penyelesaian persoalan ini adalah memperkuat koordinasi lintas sektor. Oleh karena itu, ia mendorong keterlibatan aktif seluruh pihak, termasuk koordinator lapangan (korlap), kepala bidang di Dishub, serta para camat agar memiliki persepsi dan langkah yang sama dalam penanganan.
Sebagai langkah konkret, rapat tersebut menghasilkan solusi berupa pembentukan grup komunikasi berbasis WhatsApp. Sistem ini diharapkan dapat mempercepat alur informasi serta mempermudah penjadwalan pemasangan maupun perbaikan lampu jalan di setiap kecamatan.
Dengan mekanisme tersebut, proses penanganan diharapkan menjadi lebih terstruktur dan efisien. Saat ini, jumlah pengaduan yang masuk mencapai sekitar 80 laporan per hari, sementara yang dapat ditangani baru sekitar setengahnya.
“Dengan adanya sistem ini, penjadwalan bisa lebih terukur. Harapannya, jumlah pengaduan yang terselesaikan bisa meningkat,” jelas Aprizal.
Selain itu, penguatan peran koordinator lapangan dan petugas di tingkat kecamatan juga menjadi fokus utama. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan setiap laporan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
Melalui sinergi yang lebih solid antar instansi, Pemkot Palembang optimistis permasalahan lampu jalan dapat segera diatasi secara bertahap. Pemerintah juga berharap kualitas pelayanan publik semakin meningkat, seiring dengan respons yang lebih cepat terhadap keluhan masyarakat.








