kabarterkinionline.com
Bangun Lingkungan, Bersih Birokrasi. Dalam buku “Asal-usul Kota-kota di Indonesia Tempo Doeloe” karya Zaenuddin H.M, Palembang disebut sebagai kota tertua di Indonesia. Sudah ada sejak 682 masehi, menjadikan Palembang sebagai kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan berperadaban.
Sebagai kota metropolitan di selatan Pulau Sumatera, Palembang mengambil peran penting dalam kemajuan Indonesia. Untuk meneguhkan komitmen tersebut, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa menggaungkan visi “Bersama Mewujudkan Palembang Berdaya, Palembang Sejahtera yang Berkelanjutan”.
“Sudah saatnya Kota Palembang memiliki mimpi yang harus terpatri secara kuat di tengah masyarakat untuk memajukan dirinya dengan tetap mengusung nilai-nilai budaya agar dapat bersaing di kancah dunia,” ujar Ratu Dewa.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, lingkungan yang bersih menjadi salah satu faktor penting. Pemerintah Kota Palembang lewat Dinas Lingkungan Hidup membangun Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai upaya menciptakan lingkungan kota yang bersih dan sehat. PSEL ini nantinya dapat mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari.
Pemerintah Kota Palembang juga terus melahirkan berbagai inisiatif, seperti pembentukan bank sampah, pengelolaan sampah organik, serta pengembangan Sekolah Adiwiyata. Upaya ini diperkuat dengan penerapan Sistem Informasi Pengaduan Lingkungan (SIPEDULI), serta edukasi kepada masyarakat baik secara langsung maupun lewat media sosial.
“Dengan strategi-strategi tersebut, Pemerintah Kota Palembang berupaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah yang efektif dan pelibatan partisipasi aktif masyarakat,” ujar Ratu Dewa menjelaskan kiatnya membangun kotanya.
Pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan itu sejalan dengan Asta Cita atau delapan program utama Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, terutama poin kedelapan Asta Cita, yaitu menekankan pada kelestarian lingkungan hidup. Untuk mendukung suksesnya berbagai program lingkungan ini, pendanaan menjadi salah satu faktor penting.
Wali Kota Ratu Dewa sudah mengantisipasinya. Antara lain, melakukan optimalisasi pembiayaan dengan mencari pendanaan alternatif, menjalankan proyek berbasis skala prioritas, efisiensi anggaran, peningkatan pendapatan asli daerah, serta meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan.
“Dengan strategi-strategi ini, pemerintah diharapkan dapat melanjutkan pembangunan meskipun di tengah keterbatasan anggaran, serta memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang tersedia memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ujar Ratu Dewa.
Agar setiap program berjalan sesuai rencana, menurut Ratu Dewa, para aparatur sipil negeri yang menjalankan tata kelola pemerintahan harus bekerja optimal. Ratu Dewa meyakini sanggup merealisasikan Asta Cita ketujuh, yakni reformasi birokrasi untuk mewujudkan pemerintahan yang profesional, transparan, akuntabel, adaptif, dan kolaboratif.
Komitmen tersebut dibuktikan lewat hadirnya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Reformasi birokrasi seperti ini, menurut Ratu Dewa, dikerjakan secara bersama dan melibatkan cross cutting antarperangkat daerah dan pihak-pihak terkait lainnya.
Pemerintah Kota Palembang, Ratu Dewa melanjutkan, berupaya merealisasikan motto “Palembang EMAS Darussalam”. Maknanya Elok, Madani, Aman, dan Sejahtera. Adapun kata “Darussalam” berarti kota yang aman, damai, tentram, makmur, dan sejahtera, serta adanya harmoni antara kehidupan manusia dan alam.












