kabarterkinionline.com/
Beroperasi 2027, Pemprov Sumsel Targetkan 4 Flyover . Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus bergerak menyeimbangkan geliat ekonomi sektor energi dengan kenyamanan mobilitas dan keselamatan masyarakat.
Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru SH MM menegaskan komitmennya bersama Wagub H Cik Ujang dalam mempercepat pembangunan infrastruktur guna mengurai kemacetan serta meningkatkan keselamatan di sejumlah titik krusial perlintasan sebidang.
Komitmen tersebut ditegaskannya saat menerima audiensi pimpinan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Direktur Utama PT Semen Baturaja, Suherman Yahya, di kantor Pemprov Sumsel. Salah satu yang dibahas saat itu, progres pembangunan empat flyover di jalur lintasan KA aktif. Yakni flyover Simpang Belimbing (JPL 99), flyover Gunung Megang 1 (JPL 104), flyover Gunung Megang 2 (JPL 106), dan flyover Ujan Mas (JPL 111).
Menurut Gubernur, empat flyover tersebut diproyeksikan menjadi solusi komprehensif yang tidak hanya menjamin kelancaran operasional KA Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) sebagai tulang punggung logistik energi nasional. Tapi juga membebaskan masyarakat dari kemacetan di perlintasan sebidang.
"Dengan adanya pembaruan penataan angkutan batubara, permintaan pasti meningkat. Namun, ini adalah ekosistem yang bersinggungan langsung dengan jalan raya. Jika tidak ditata dengan baik, ketidaknyamanan masyarakat akan semakin tinggi," tutur Deru.
Ia menilai pembangunan flyover menjadi langkah strategis untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan industri dan kepentingan publik. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar arus distribusi energi sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas masyarakat.
Demi percepatan realisasi proyek, Gubernur mendorong terbentuknya sinergi solid melalui konsorsium lintas sektor. Kolaborasi itu melibatkan PT Bukit Asam (PTBA) dan PT KAI sebagai pilar transportasi energi, PT Semen Baturaja, Pemprov Sumsel, serta Kementerian Pekerjaan Umum.
"Sinergi ini penting agar tidak ada ego sektoral. Semua pihak harus duduk bersama demi kepentingan Sumsel dan kelancaran distribusi energi nasional," bebernya. Gubernur berharap proses groundbreaking dapat segera dilaksanakan sebagai bentuk kepastian dan keseriusan dalam pelayanan publik. Ia mengatakan seluruh flyover tersebut dapat beroperasi penuh pada 2027.
Selain berdampak pada aspek ekonomi, pembangunan flyover ini juga dinilai krusial untuk meminimalkan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang yang selama ini rawan insiden.
Dengan terpisahnya arus kendaraan umum dan jalur kereta api logistik, standar keselamatan diharapkan meningkat secara signifikan.
Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pimpinan PT KAI, antara lain Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha Rafli Yandra, Direktur SDM dan Kelembagaan Atih Nurhayati, EVP Coal Transportation TLN Ahmad Malik, serta Kepala Divisi Regional III Palembang Januri.
Kemarin, Gubernur Deru menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PD Perhapi) Provinsi Sumsel periode 2025–2028. Dia menilai, Perhapi memiliki peran strategis mengingat Sumsel merupakan salah satu provinsi yang kaya akan sumber daya alam, khususnya minerba.
Karena itu, dibutuhkan para ahli pertambangan yang tidak hanya mampu mengelola dan mengeksplorasi potensi SDA ini. Tapi juga menjaga agar aktivitas pertambangan tidak merusak ekosistem dan lingkungan sekitar.
Deru turut menyinggung forum diskusi publik (FGD) yang mengangkat topik polemik angkutan batubara di Sumsel. Ia menegaskan, persoalan tersebut sejatinya bukan polemik. Tapi lambatnya proses transisi penggunaan jalan khusus atau hauling road oleh perusahaan batu bara.
Menurutnya, selama ini masih banyak perusahaan yang merasa nyaman menggunakan jalan umum. "Padahal UU sudah jelas mengatur bahwa angkutan batubara wajib menggunakan jalan khusus. Penggunaan jalan umum selama belasan tahun jelas merugikan masyarakat dan mengganggu kepentingan umum," tegas Gubernur.*






