kabarterkinionline.com
Di Perbatasan Sarolangun-Merangin Jambi soal Jalan Rusak Parah, Jeritan Pilu Warga. Sebuah video amatir yang merekam kemarahan sekaligus keputusasaan warga di perbatasan Kabupaten Sarolangun dan Merangin, Provinsi Jambi, mendadak viral.
Dalam video tersebut memotret realita pahit infrastruktur yang kontras dengan slogan kemerdekaan.
Rekaman tersebut terlihat bentangan jalan yang lebih mirip kubangan cokelat raksasa.
Tanah liat yang becek dan tumpukan batu tak beraturan menjadi “makanan sehari-hari” bagi warga yang melintas.
Kondisinya ibarat simalakama: menjadi jalur lumpur yang mematikan saat hujan, dan berubah menjadi badai debu yang menyesakkan saat terik matahari menyengat.
Seorang pria dalam video tersebut tak mampu lagi membendung amarahnya sambil bersusah payah mendorong sepeda motornya melewati medan berat itu.
Dengan napas tersenggal, ia mempertanyakan keberadaan para pemangku kebijakan.
“Aih tolong lah woi, siapa lah bupati, camat, presiden ini? Perbaiki jalan kami ini,” teriak pria tersebut dengan nada getir.
Ia juga melontarkan kalimat sarkasme yang menggambarkan betapa beratnya perjuangan warga hanya untuk sekadar bertransportasi.
Baginya, janji manis kemerdekaan belum menyentuh aspal di desanya.
“Katanya Indonesia sudah merdeka. Tak hanya keringat yang keluar dorong motor ini, kotoran pun keluar,” ketusnya, menggambarkan betapa terkurasnya tenaga fisik mereka.
Sindiran Pedas untuk Para Pejabat
Unggahan tersebut memicu gelombang reaksi dari warganet.
Banyak yang menyoroti kontrasnya perilaku politisi saat masa kampanye dibandingkan dengan realita setelah menjabat.







