Kabarterkinionline.com
Dikirim ke Nusakambangan, 1.882 Tahanan Beresiko Tinggi. Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi menjelaskan transfer tersebut salah satunya bertujuan mengurangi gangguan keamanan dan kenyamanan.
“Sampai menjelang penutupan tahun ini, total sudah 1.882 warga binaan high risk seluruh Indonesia kami pindahkan ke Nusakambangan. Kami berharap upaya ini dapat memberikan dampak besar dalam peningkatan keamanan dan pencatatan di lapas dan rutan, khususnya nihil narkotika dan handphone ,” katanya.
Menurutnya, tujuan terpenting dari transfer warga binaan risiko tinggi ke Nusakambangan adalah perubahan perilaku.
Pemindahan terbaru dilakukan pada Sabtu (27/12). Sebanyak 130 warga binaan risiko tinggi yang berasal dari wilayah Jambi, Riau, dan Banten dipindahkan ke berbagai lapas di Nusakambangan.
Lima orang di antaranya ditempatkan di Lapas Batu, 31 orang di Lapas Karanganyar, 17 orang di Lapas Besi, 30 orang di Lapas Gladakan, 17 orang di Lapas Narkotika, dan 30 orang lainnya di Lapas Ngaseman.
Kepala Lapas Batu sekaligus Koordinator Wilayah Nusakambangan Irfan mengatakan pemindahan dikawal oleh Direktorat Pengamanan dan Intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), petugas di Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi, Riau, dan Banten, serta pihak kepolisian.
“Penerimaan dilakukan sesuai SOP (standar prosedur operasional), antara lain, pemeriksaan kesehatan dan kegiatan administrasi lainnya,” ungkapnya.







