Kabarterkinionline.com
Dinilai Jadi Penyebab Kemacetan di Kota Palembang Parkir Liar. Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PDI Perjuangan, RM Yusuf Indra Kesuma, menilai maraknya parkir liar di badan jalan menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di sejumlah ruas jalan Kota Palembang.
Ia mendorong Pemerintah Kota Palembang segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola lalu lintas guna mengatasi kepadatan kendaraan yang semakin sering terjadi, terutama di kawasan jalan protokol dan pusat aktivitas masyarakat.
Menurut Indra, kendaraan yang parkir sembarangan di tepi jalan membuat kapasitas jalan menyempit sehingga memicu antrean panjang, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari.
“Kemacetan di Kota Palembang saat ini sudah menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Banyak ruas jalan protokol yang mengalami penyempitan akibat parkir liar sehingga memicu antrean kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk,” kata Indra, Sabtu (23/5/2026).
Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga karena distribusi barang dan aktivitas perdagangan menjadi kurang efektif.
Karena itu, Indra meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan dan penataan sistem parkir, khususnya di kawasan perdagangan, pertokoan, hingga ruas jalan yang memiliki tingkat kepadatan kendaraan tinggi.
Menurutnya, penertiban parkir liar harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar persoalan kemacetan tidak terus berulang.
Selain penegakan aturan, ia juga mendorong adanya sistem manajemen lalu lintas yang lebih terukur melalui penerapan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan macet.
“Pemerintah harus mampu menghadirkan solusi nyata, mulai dari penertiban parkir liar hingga pengaturan arus kendaraan yang lebih efektif. Rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan perlu menjadi perhatian agar kepadatan kendaraan bisa diminimalisir,” ujarnya.
Indra menambahkan, pembenahan tata kelola lalu lintas harus menjadi bagian dari kebijakan transportasi perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Ia juga menyoroti rencana penerapan sistem satu arah atau one way di beberapa kawasan Kota Palembang yang dinilai perlu dikaji secara matang agar benar-benar efektif mengurai kemacetan tanpa menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
“Kami berharap ada langkah yang terukur dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Penanganan kemacetan tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus melalui penataan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” pungkasnya.








