Dosen Ekonomi UTM Singgung Inefisiensi APBN Defisit Rp 240 T saat Anggaran MBG Tembus Rp 335 T

Kabarterkinionline.com

Dosen Ekonomi UTM Singgung Inefisiensi APBN Defisit Rp 240 T saat Anggaran MBG Tembus Rp 335 T.

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, pekan ini menyatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) triwulan I atau per 31 Maret 2026 mengalami defisit Rp 240,1 triliun, melonjak 140,5 persen dibadingkan periode yang sama tahun 2025.

Anggaran kebutuhan Makan Bergiji Gratis (MBG) tahun 2026 dilaporkan mencapai Rp 335 triliun.

Tren kondisi defisit APBN menjadi catatan Dosen Ekonomi Pembangunan sekaligus Ketua Unit Penelitian, Pengabdian, Publikasi, dan Kerja Sama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, Dr. Tripitono, di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang digelorakan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Secara teknokratik itu adalah rambu-rambu yang harus dipatuhi pemerintah dalam mengalokasikan anggaran. Namun setiap rupiah yang dianggarkan, harus benar-benar memiliki manfaat besar, sehingga tidak terjadi inefisiensi seperti yang publik rasakan selama ini,” ungkap Dr Tri .

Sementara pada Januari 2026, defisit ABPN tercatat sebesar Rp 54,6 triliun atau naik di angka 127,4 persen dibandingkan Januari 2025 sebesar Rp 23 triliun.

“Secara filosofi di semua negara, tidak hanya di Indonesia mesti ada masalah yang harus dibiayai jauh lebih besar daripada sumber daya anggaran yang dimiliki. Sehingga ada satu prinsip yang namanya analis social opportunity cost of capital, semisal pendidikan, kesehatan, kebencanaan, dan kemiskinan,” jelas Dr Tri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *