kabarterkinionline.com
Gubernur Sumsel Komitmen Percepat Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, Integrasikan Jalan Tol-Rel Kereta ApiMengawali 2026, Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru SH MM menegaskan komitmen penuh Pemprov untuk mewujudkan pelabuhan samudera di Tanjung Carat. Proyek strategis daerah itu diyakini akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi regional.
Untuk itu, Gubernur meminta ada percepatan pembangunan pelabuhan samudera Tanjung Carat. Ia mengapresiasi tim percepatan yang selama ini sudah bekerja maksimal. “Perkembangan pembangunan pelabuhan Tanjung Carat sangat luar biasa. Kinerja tim percepatan sangat agresif,” ujar dia.
Saat ini, progres pembangunan pelabuhan itu dinilainya sangat menggembirakan. Menurut Deru, soliditas tim percepatan menjadi faktor kunci yang harus terus dijaga agar pembangunan pelabuhan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Gubernur menegaskan, Pemprov Sumsel siap menjadi motivator utama sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap segala kebutuhan yang diperlukan oleh tim percepatan.
“Apapun yang dibutuhkan tim percepatan akan kita bantu, karena ini untuk kepentingan Sumsel. Kita harus super agresif dan solid,” tegasnya. Gubernur menegaskan, pembangunan pelabuhan samudera di Tanjung Carat merupakan bagian dari cita-cita besarnya selama memimpin Sumsel.
Ia berharap pelabuhan tersebut dapat menjadi legacy yang membanggakan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk menurunkan angka kemiskinan hingga satu digit. “Saya ingin ada kebanggaan dan legacy yang tidak terlupakan, yakni terwujudnya pelabuhan samudera Tanjung Carat dan angka kemiskinan Sumsel turun satu digit,” tegas dia.
Selain pembangunan pelabuhan, Gubernur menyoroti pentingnya integrasi infrastruktur penunjang seperti jalan tol dan jalur kereta api yang terhubung langsung ke kawasan pelabuhan. Ia menegaskan bahwa pembangunan Tanjung Carat tidak terlepas dari perjuangan para gubernur Sumsel sebelumnya dan telah melalui proses panjang
Terkait rencana groundbreaking, Herman Deru memastikan pelaksanaannya tetap sesuai jadwal dan diharapkan dapat dilakukan pada Januari mendatang. Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel Dr H Apriyadi MSi saat berkunjung ke Graha Pena dua hari lalu mengungkapkan, percepatan pembangunan pelabuhan samudera di Tanjung Carat memang menjadi salah satu fokus utama Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel saat ini.
“Kami sudah diajak Pak Gubernur rapat, insyaallah dengan percepatan, Januari akan mulai groundbreaking pembangunan pelabuhannya,” kata dia. Tujuan percepatan, setelah groundbreaking, maka segera ditindaklanjuti dengan action di lapangan. Tidak lagi menunggu lama untuk memulai pembangunan.
Yang terpenting lagi, dengan dilakukannya groundbreaking pelabuhan di wilayah perairan Banyuasin itu, paling tidak semua mata para ‘pemain’ pelabuhan akan mulai melirik dan tertuju ke Sumsel. “Ini akan menarik minat para calon investor untuk mulai berinvestasi di kawasan pelabuhan. Seperti gudang, pabrik, dan lainnya,” ungkap Apriyadi.
Ia menegaskan, untuk persoalan lahan yang akan dibangun pelabuhan tidak ada masalah lagi. Adanya pembangunan pelabuhan samudera Tanjung Carat ini juga akan mendorong pengembangan infrastruktur pendukung lainnya. “Pemprov juga akan bergerak cepat untuk melobi pusat agar ke arah sana bisa dibangun jalan tol dan rel kereta,” imbuhnya.
Jika semua bisa dibangun dan diwujudkan, maka pelabuhan Tanjung Carat akan jadi pintu keluar masuk komoditas unggulan Sumsel. Mulai dari batu bara, karet, sawit, kopi, kelapa, dan sebagainya.
Sebelumnya, pada 31 Oktober 2025 lalu, telah dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pembangunan dan pengoperasian Pelabuhan Palembang Baru serta pengembangan pelabuhan penumpang regional di Tanjung Carat. MoU dihadiri Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi Todua Pasaribu, serta para pejabat tinggi kementerian, Forkopimda Sumsel, pelaku usaha, asosiasi industri, dan tokoh masyarakat.
Salah satu alasan kuat Pemprov Sumsel berusaha keras mewujudkan pelabuhan ini karena Pelabuhan Boom Baru yang dibangun sejak 1908 kini tidak mampu menampung kapal besar karena sedimentasi dan keterbatasan fasilitas. Keterbatasan pelabuhan membuat industri strategis seperti Pusri dan Pertamina tak bisa memaksimalkan kapasitas pengiriman. Kondisi ini membuat biaya logistik tinggi dan menekan daya saing.
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan, pembangunan pelabuhan laut dalam di Tanjung Carat bukan sekadar seremoni. Pemerintah pusat berkomitmen memastikan pembangunan berjalan sesuai timeline. “Saya sempat terkejut ketika mengetahui bahwa rencana ini sudah ada sejak lebih dari 40 tahun. Ini bukan waktu yang singkat. Dan saya tegaskan, momentum ini tidak boleh hilang begitu saja,” ujarnya ketika itu.
Dudy menambahkan, pemerintah pusat akan melakukan monitoring ketat, menyusun jadwal pembangunan, dan memastikan semua pihak bergerak serentak. “Jika hari ini pertumbuhan ekonomi Sumsel 5,42 persen, maka dengan hadirnya pelabuhan ini sangat mungkin menuju 8 persen, sesuai arahan Presiden. Ini tonggak kebangkitan ekonomi regional dan nasional,” katanya.
Dudy juga menyampaikan bahwa proyek strategis ini sudah memasuki fase realisasi, bukan lagi sekadar wacana. “Harapan saya sudah ditentukan dan harus ditindaklanjuti. Kami juga menyiapkan pelabuhan penumpang yang diharapkan mampu membantu mendongkrak pembangunan ekonomi Sumsel,” tegasnya.
Menurut dia, penandatanganan MoU menjadi titik awal dari perjalanan panjang menuju modernisasi pelabuhan di Sumsel. “Ini adalah pintu yang kita buka. Selanjutnya Gubernur dan Wakil Menteri akan melanjutkan tahapan pembangunan. Akan ada sektor-sektor yang terus dikembangkan. Saya berharap pada 2029, progres besar pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat Banyuasin sudah dapat kita lihat,” harapnya.
Untuk investasi yang bakal digelontorkan untuk pembangunan pelabuhan di Tanjung Carat, Menhub mengatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Wamen Investasi dan Hilirisasi Todua Pasaribu mengatakan, pada 2022 dia bersama Gubernur Sumsel sudah melakukan survei udara dengan helikopter untuk menentukan lokasi pelabuhan Tanjung Carat.
“Ini bukan hanya proyek pelabuhan. Ini infrastruktur kunci untuk efisiensi logistik dan industrialisasi Sumsel. Kawasan Tanjung Carat akan kita jadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) hilirisasi pertama di Indonesia, khusus Sumbagsel,” tegasnya.
Todua menjelaskan, hilirisasi logam, energi, dan perkebunan akan menjadi prioritas. Bahkan, investasi besar seperti refinery aluminium sudah mulai dalam pembahasan dengan BUMN dan mitra internasional. “Sumsel punya minyak, gas, karet, kopi, batu bara, semua ada. Yang kurang hanya pintu keluar. Pelabuhan ini jawabannya. Ini akan memutus biaya logistik tinggi dan membuat Sumsel jadi pusat ekspor komoditas dunia,” jelasnya.
Selain manfaat ekonomi, Pelabuhan Tanjung Carat juga dipandang sebagai solusi atas masalah keselamatan transportasi dan tata kota. Lalu lintas truk besar di pusat Palembang yang sering memicu kecelakaan akan berkurang karena aktivitas logistik pindah ke kawasan pesisir. Menurutnya, proyek ini selaras dengan pembangunan Tol Sumatera.
Todua menyebut, untuk groundbreaking pembangunan pelabuhan di Tanjung Carat diharapkan dapat dilaksanakan awal 2026. Pelabuhan akan dibangun di atas lahan seluas 59,5 hektare. Proyek ini merupakan PSN penugasan dengan skema pendanaan non-APBN yang akan dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, BUMN, BUMD, dan investor swasta.
Selain pelabuhan utama, pemerintah juga menyiapkan pelabuhan pengumpan di Kertapati dan Sungai Lumpur yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumsel.
Gubernur Sumsel Komitmen Percepat Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, Integrasikan Jalan Tol-Rel Kereta Api













