kabarterkinionline.com/
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru secara resmi melantik 154 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Putri Kembang Dadar BPSDMD Provinsi Sumsel, Kamis (15/01/2025).
Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 8 pejabat Eselon II, 12 pejabat Eselon III, 96 pejabat Eselon IV, serta 18 pejabat fungsional resmi mengemban jabatan baru. Pelantikan ini disebut menjadi bagian dari upaya penguatan organisasi daerah untuk mengoptimalkan layanan publik.
Dalam arahannya, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa pelantikan tersebut dilakukan menjelang 11 bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, sekaligus untuk memastikan percepatan program dan inovasi di tiap perangkat daerah.
“Saya termasuk kepala daerah yang percaya kepada bapak dan ibu yang saya tempatkan pada jabatan masing-masing. Bukan tipe saya sering merotasi pejabat. Yakinlah, penempatan ini tidak didasari patronisme, tetapi murni sebagai bentuk penghargaan atas kinerja,” tegas Herman Deru saat memberikan sambutan.
Menurut Herman Deru, jabatan merupakan kehormatan dan amanah yang harus dijaga, bukan sekadar formalisme birokrasi. Ia mengaku sebagian besar pejabat yang dilantik bahkan tidak dikenalnya secara pribadi, namun dianggap layak secara profesional.
Gubernur juga menegaskan bahwa fokusnya adalah pada kinerja konkret dan produk kebijakan, bukan sekadar administrasi dan laporan rutin.
“Saya ingin inovasi dan capaian yang jelas. Yang saya nilai adalah produk dan hasilnya, bukan hanya prosesnya. Ukuran kinerja tidak semata-mata soal e-kinerja, tapi capaian nyata dari instansi yang dipimpin,” ujarnya.
Lebih jauh, gubernur mengingatkan pentingnya disiplin, kepatuhan, dan kepatutan, baik dalam aspek formal maupun perilaku sehari-hari sebagai aparatur negara. Hal itu mencakup etika, bahasa tubuh, hingga cara melayani masyarakat.
“Jabatan ini harus dijaga dengan perilaku yang baik, baik di regulasi formal maupun keseharian. Karena masyarakat menilai bukan hanya dari kebijakan, tetapi juga dari cara kita tampil melayani,” tambahnya.
Di akhir arahannya, Herman Deru menekankan pentingnya keselarasan antara kinerja lapangan dan citra publik, terutama di era digital.
“Sekarang ini dunia nyata dan dunia maya harus selaras. Apa yang disampaikan ke publik harus sesuai dengan kenyataan di lapangan,” tutupnya.






