Hindari beli hewan kurban di pinggir jalan Warga Sumsel diingatkan

Kabarterkinionline.com

Hindari beli hewan kurban di pinggir jalan Warga Sumsel diingatkan. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meminta masyarakat di wilayah itu menghindari pembelian hewan kurban di pinggir jalan dan memilih lokasi penjualan resmi menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Efendi di Palembang, Selasa, mengatakan pembelian hewan kurban di tempat resmi penting untuk memastikan kesehatan dan kelayakan hewan yang akan dikurbankan.

“Kami berharap masyarakat yang ingin berkurban membeli hewan di tempat yang ditentukan atau tempat resmi. Karena kita beribadah, tentu hewan kurban yang dibeli harus memenuhi syarat dan diterima,” katanya.

Ia menjelaskan penjualan hewan kurban di lokasi terbuka atau bahu jalan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan hewan karena kondisi pemeliharaan sulit dipantau.

Pihaknya tidak dapat memastikan hewan yang dijual di kandang dadakan telah menjalani pemeriksaan kesehatan maupun memiliki izin yang diperlukan.

Selain itu, kondisi pakan, air minum, kebersihan kandang, hingga pengelolaan limbah kotoran hewan di lokasi penjualan terbuka dinilai rentan memicu penyakit pada ternak.

“Saya berpikir, maaf bukan menyudutkan orang jualan di pinggir jalan, tapi lebih banyak penyakit yang bisa timbul bagi sapi dan kambing,” jelasnya.

Untuk kewenangan penertiban kandang dadakan berada di pemerintah kabupaten dan kota. Meski demikian, pihaknya terus melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada pedagang agar tidak berjualan secara terbuka.

Penjualan hewan kurban di jalan utama mulai berkurang setelah dilakukan pengawasan dan imbauan kepada para pedagang.

Pemerintah Provinsi Sumsel berharap langkah tersebut dapat menjaga kesehatan hewan kurban sekaligus kenyamanan masyarakat selama momentum Idul Adha.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *