Kabarterkinionline.com
Infrastruktur Wisata Dipoles Biar Pengunjung Makin Ramai, Palembang Berbenah
memperbaiki infrastruktur pariwisata itu sebenarnya bukan cuma soal bangun jalan atau mempercantik tampilan destinasi. Lebih dari itu, ini tentang membuat perjalanan wisata jadi lebih nyaman dari awal sampai akhir.
Bayangkan akses menuju lokasi yang mulus, petunjuk arah yang jelas, area parkir yang tertata, hingga fasilitas umum seperti toilet dan tempat istirahat yang bersih. Hal-hal sederhana ini sering jadi penentu apakah wisatawan beta atau justru kapok datang lagi.
Selain itu, konektivitas juga mulai menjadi perhatian. Akses internet, sistem tiket digital, hingga informasi destinasi yang mudah diakses membuat pengalaman wisata terasa lebih praktis dan modern. Wisatawan tidak perlu bingung, semuanya sudah lebih terintegrasi.
Menariknya, perbaikan infrastruktur ini juga berdampak pada masyarakat sekitar. Aktivitas ekonomi ikut bergerak—mulai dari UMKM, penginapan, sampai jasa transportasi lokal. Jadi manfaatnya gak cuma dirasakan wisatawan, tapi juga warga sekitar.
Intinya, infrastruktur yang baik itu seperti pondasi. Kalau sudah kuat dan tertata, destinasi wisata bisa berkembang lebih jauh dan memberi pengalaman yang lebih menyenangkan bagi siapa pun yang datang. Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, secara bertahap memperbaiki infrastruktur pariwisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara.
“Perbaikan infrastruktur seperti kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), dan tugu bundaran air mancur Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) I Jayo Wikramo,” kata Wali Kota Palembang Ratu Dewa, di Palembang, Jumat (3/4). Dia menjelaskan, perbaikan infrastruktur pariwisata yang dapat menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke kota ini akan terus dilakukan di kawasan lainnya.
Selain melakukan perbaikan infrastruktur, bermaksud juga mengembangkan kegiatan pariwisata.
“Kami berupaya melakukan berbagai kegiatan pariwisata dengan melibatkan semua pihak dan lapisan masyarakat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bumi Sriwijaya ini,” ujarnya. Mengenai target kunjungan wisatawan Nusantara dan mancanegara pada tahun 2026, dia menyebutkan sekitar 2,5 juta orang.
“Dengan melakukan perbaikan infrastruktur dan pengembangan kegiatan pariwisata, target kunjungan wisatawan tersebut optimistis bisa tercapai,” kata Wali Kota Ratu Dewa. Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sumsel Herlan Aspiudin mengatakan adanya mengapresiasi Wali Kota Ratu Dewa yang konsentrasi membenahi infrastruktur dan objek wisata di kota setempat.
“Gebrakan untuk melakukan pembenahan itu perlu diapresiasi karena sektor pariwisata mempunyai kontribusi yang signifikan meningkatkan perekonomian dan penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar,” ujarnya.












