Kabarterkinionline.com
Jejak Dampu Awang Durhaka Legenda Batu Ampar Palembang. Sumatera Barat punya Malin Kundang, namun Palembang memiliki Dampu Awang. Sebuah narasi tentang kedurhakaan yang membatu di pinggiran Sungai Musi, tepatnya di kawasan 1 Ilir. Sayangnya, tak banyak yang tahu bahwa di balik hamparan batu besar yang dikenal sebagai Batu Ampar, tersimpan kisah pilu tentang seorang ibu yang terabaikan.
Batu Ampar bukan sekadar formasi batuan alami. Bagi masyarakat setempat, keberadaan batu-batu besar yang menghampar ini adalah sisa-sisa kejayaan seorang saudagar yang dikutuk. Dampu Awang, sang tokoh utama, dikisahkan sebagai pemuda yang merantau demi mengubah nasib, namun kehilangan nurani saat harta sudah di tangan.
Pemerhati sejarah, Mang Dayat, mengungkapkan bahwa Dampu Awang memiliki kemiripan pola dengan legenda dari pesisir Minang. Keduanya sama-sama melupakan akar saat berada di puncak kesuksesan.
“Dampu Awang adalah pemuda yang hidup bersama ibunya dan berniat merubah nasib dengan merantau. Ketika berhasil, dia kembali ke tempat asalnya sebagai orang kaya raya,” tutur Mang Dayat kepada RRI, Rabu, 13 Mei 2026.
Kepulangan sang putra yang sangat dinanti justru menjadi awal luka yang mendalam. Sang ibu yang berlari menyambut dengan penuh kerinduan justru mendapat penolakan mentah-mentah. Dampu Awang malu mengakui perempuan tua nan miskin itu sebagai ibu kandungnya.
Ada perbedaan mencolok dalam akhir kisah ini dibandingkan Malin Kundang. Jika Malin dikutuk langsung oleh ibunya, ibu Dampu Awang justru memilih bersimpuh memohon ampunan Tuhan atas kedurhakaan putranya.
“Ibu Dampu Awang menangis berdoa pada Tuhan untuk mengampuni kedurhakaan anaknya. Namun, Dampu Awang tetap dilaknat oleh Yang Maha Kuasa dan berubah menjadi burung yang terbang,” jelas Mang Dayat.
antas, apa hubungannya dengan batu-batu besar di 1 Ilir? Berdasarkan legenda, tumpukan batu tersebut diyakini sebagai tumpukan komoditas dagangan dan sembako milik Dampu Awang yang membatu akibat laknat tersebut.
Lokasi Batu Ampar kini tersembunyi di dalam sebuah lorong di kawasan 1 Ilir. Tak jauh dari sana, terdapat pula makam bersejarah Panglima Laut yang memperkuat bukti peradaban tua di wilayah tersebut.
Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi “Palembang Lamo”. Integrasi antara wisata religi Kawah Tengkurep, Kambang Koci, hingga legenda Batu Ampar bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang haus akan cerita masa lalu Bumi Sriwijaya.







