Kayu Gelondongan Besar Disulap Jadi Furnitur Berharga Miliaran Rupiah, Pantas Saja Pembalakan Hutan Sulit Diberantas

Kabarterkinionline.com
Kayu Gelondongan Besar Disulap Jadi Furnitur Berharga Miliaran Rupiah, Pantas Saja Pembalakan Hutan Sulit Diberantas. Saat ini, media sosial (medsos) * (dulu twitter) ramai mengulas soal kayu gelondongan berukuran besar berubah wujud menjadi furnitur berharga mahal. Sampai miliaran rupiah. Celakanya lagi, banyak kelompok tajir yang justru bangga memilikinya.
Dikutip dari akun X @Yom N’Friends, Sabtu (5/12/2025), menuliskan: “Seorang pengusaha memiliki meja unik dengan harga fantastis (Rp5 miliar), terbuat dari kayu pohon raksasa yang katanya berusia 400 tahun.”
“Bisa dibayangkan nilai ekonomis dari pohon-pohon tropis Indonesia yang rata-rata sudah memiliki umur ratusan bahkan ribuan tahun,” tulis akun tersebut.
Dalam akun itu, disematkan video pendek yang menampilkan seseorang dengan gaya kekinian, kaos lengan pendek hitam dengan rambut gondrong terikat rapi, mengenakan kacamata masa kini, lengkap dengan syal bermotif batik, tampak berbicara dengan seorang pengusaha yang mengenakan kaos bergambar harimau,
Sang pengusaha dengan bangganya memamerkan sebuah meja panjang nan tebal, berkelir cokelat kayu. Terkesan sangat kokoh dan mewah. Benar juga, harganya mencapai Rp5 miliar. Untuk sebuah meja saja, panjangnya sekitar 7,5 meter.
“Sembilan puluh sembilan persen kayu pasti lubang (mata kayu). Tapi ini tidak ada lubangnya. Jadi pertumbuhan (pertumbuhan diameter) kayu itu, satu mili (milimeter) per tahun. Ini di atas 500 tahun,” kata pengusaha itu.
“Gila ini guys, meja Rp5 miliar ini begini modelnya,” ungkap pria yang kedua tangannya dipenuhi tato itu, keheranan.
Bikin Marah Mbak Titiek
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi yang akrab disapa Mbak Titiek mengaku marah dengan adanya truk pengangkut kayu gelondongan berukuran besar yang bebas berseliweran di jalan raya, dua hari banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatra.
Kekesalan putri mantan Presiden Soeharto itu, terungkap dalam rapat kerja (raker) antara Komisi IV DPR dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antnoni di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Di awal raker itu, Mbak Titiek memerintahkan staf Komisi IV DPR untuk memutar video tentang sebuah truk berwarna kuning sedang membawa kayu gelondongan yang ditutup terpal berwarna biru.
“Dan yang lebih, lebih mengganggu lagi, truk itu lewat di jalan raya dua hari setelah peristiwa banjir itu. Dan dengan kemajuan teknologi, truk itu lewat depan hidup kita,” kata Mbak Titiek.
Dia bilang, pemandangan itu sangat menyakitkan. “Perusahaan ini ngece. bahasa Jawa. Atau mengejeknya loh. Baru di sana kena bencana, dia lewat bawa kayu balak. Eh, ini suatu apa ya, suatu kayak menyakitkan dan menghina rakyat Indonesia,” ucap dia.
“Terus terang saya sedih, ngenes menyimak. Bayangkan kayu sebesar itu, diameter satu setengah meter itu nggak gampang, perlu puluhan tahun untuk pohon sebesar itu. Ini manusia mana di Indonesia ini yang seenaknya dengan serakah memotong-motong kayu seperti itu,” lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *