Kabarterkinionline.com
Kementerian PU diguyur dana Rp2,03 triliun, Genjot infrastruktur Sumsel. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menerima alokasi anggaran sebesar Rp2,03 triliun dari belanja kementerian/lembaga (K/L) di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun anggaran 2026.
Kepala Kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumsel Rahmadi Purwanto di Palembang, Kamis mengatakan, berdasarkan data per 26 Januari 2026, total alokasi belanja K/L di Sumsel mencapai Rp13,85 triliun. Dari jumlah tersebut, Kementerian PU menjadi penerima anggaran terbesar dibandingkan kementerian dan lembaga lainnya.
Besarnya alokasi anggaran untuk Kementerian PU berkaitan dengan kelanjutan sejumlah pembangunan infrastruktur strategis nasional yang masih berjalan di wilayah Sumsel.
“Untuk satuan kerja seperti PU dan Polri, anggarannya diberikan untuk kebutuhan dasar serta melanjutkan proyek sebelumnya yang belum selesai. PU menjalankan sejumlah program strategis nasional yang telah disetujui,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu proyek utama yang menjadi tanggung jawab Kementerian PU di Sumsel adalah penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), termasuk beberapa ruas tol strategis yang menghubungkan Sumsel dengan provinsi tetangga.
Selain itu, Kementerian PU juga mendapat alokasi anggaran untuk mendukung pembangunan infrastruktur ketahanan pangan, antara lain pembangunan dan kelanjutan proyek bendungan serta jaringan irigasi.
“Anggaran tersebut juga dialokasikan untuk penyelesaian Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten OKU Selatan, serta modernisasi jaringan irigasi guna mendukung peningkatan produksi beras nasional,” jelasnya.
Rahmadi menambahkan, anggaran Kementerian PU juga digunakan untuk meningkatkan konektivitas jalan nasional melalui program preservasi jalan dan pembangunan jembatan baru guna mendukung kelancaran distribusi logistik.
Hal tersebut mempertimbangkan luas wilayah Sumsel serta tingginya beban lalu lintas angkutan barang, seperti batu bara, kelapa sawit, dan karet.
“Selain itu juga dialokasikan untuk penataan kawasan perkotaan dan sanitasi, seperti sistem penyediaan air minum, pembangunan fasilitas sanitasi, serta penataan kawasan kumuh di kota besar seperti Palembang, Lubuk Linggau, dan Baturaja,” kata dia.
Sementara itu, kementerian dan lembaga lain yang menerima alokasi belanja K/L di Sumsel antara lain Kepolisian RI sebesar Rp1,95 triliun, Kementerian Pertahanan Rp1,89 triliun, Kementerian Agama Rp1,72 triliun, dan Kementerian Kesehatan Rp1,64 triliun.








