kabarterkinionline.com
KPPG Keluarkan Aturan Belanja, 660 SPPG di Sumsel Berpotensi Picu Inflasi. Masifnya operasional satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dinilai berpotensi memberi tekanan terhadap stabilitas harga pangan di pasar lokal, termasuk di Sumatra Selatan (Sumsel). Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang Nurya Hartika mengatakan jumlah SPPG aktif di Sumsel saat ini mencapai 660 unit dan ditargetkan meningkat menjadi 808 unit pada 2026.
Dengan skala tersebut, keberadaan SPPG dipandang memiliki dampak signifikan terhadap berbagai sektor. “Dengan adanya dapur di Sumsel berjumlah 660 SPPG, tentunya mempunyai multiplayer effect yaitu daya beli meningkat, kesehatan membaik, pendidikan membaik dan pangan membaik,” katanya, Senin (9/2/2026).
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional, estimasi kebutuhan pangan untuk 808 SPPG di Sumsel per bulan meliputi beras 4.126,14 ton, telur 17.235.448 butir, minyak goreng 943.744 liter, ayam potong 5.259,27 ton, daging sapi 189.880 kilogram, serta ikan 934.048 kilogram. Namun, besarnya kebutuhan tersebut dinilai berpotensi menekan pasokan di pasar lokal dan memicu kenaikan harga bahan pokok.
“Larinya nanti bisa ke kelangkaan bahan pangan di pasar dan juga menyebabkan inflasi,” ujar Nurya. Kondisi itu menjadi dasar KPPG Palembang mengimbau seluruh SPPG di Sumsel agar tidak lagi berbelanja di pasar tradisional maupun pasar induk. “Jadi di bulan Desember kemarin KPPG telah mengeluarkan [Surat Edaran] terkait pengaturan itu di beberapa lokus di kabupaten kota, tujuannya tidak lain agar terjadinya stabilitas pangan di pasar,” imbuhnya. Selain itu, Nurya mengungkapkan bahwa dari total 660 SPPG aktif, sebanyak 605 unit telah mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
Pihaknya juga telah menerbitkan surat edaran pada 27 Januari 2026 terkait tenggat waktu pemenuhan persyaratan SLHS bagi seluruh SPPG. “Dari surat edaran itu diberikan waktu satu bulan. Apabila tidak atau belum memiliki [SLHS] sampai waktu yang ditentukan, maka operasional akan dihentikan,” pungkasnya









