Mampu Produksi Ribuan Batang Per Menit, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Mesin Rokok Ilegal

kabarterkinionline.com/
Mampu Produksi Ribuan Batang Per Menit, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Mesin Rokok Ilegal. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan empat mesin rokok ilegal yang disembunyikan dalam satu kontainer di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Selain mesin rokok, petugas juga menemukan sejumlah pakaian impor ilegal dalam kontainer tersebut

. “Satu kontainer berisi mesin rokok yang terdiri dari empat unit,” ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama dalam konferensi pers di Kantor Pusat DJBC, Kamis (11/12/2025). Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, menambahkan bahwa rokok ilegal masih menjadi fokus utama pengawasan Bea Cukai karena berpotensi menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar.

“Dengan satu set mesin ini saja, negara bisa kehilangan penerimaan besar karena mesin mampu memproduksi 2.000 hingga 3.000 batang rokok tanpa cukai per menit,” jelasnya. Pengungkapan Berawal dari Pemeriksaan Kapal KM Indah Kosta Pada hari yang sama, Rabu 10 Desember 2025, Bea Cukai juga melakukan penindakan terhadap tiga kontainer yang diangkut kapal KM Indah Kosta.

Kapal tersebut diketahui tiba dari Pelabuhan Kijang, Kepulauan Riau, dan bersandar di Pelabuhan Sunda Kelapa. Setelah memeriksa manifes muatan, petugas mendapati bahwa KM Indah Kosta membawa 44 kontainer, dengan 13 kontainer di antaranya berisi barang. “Dari 13 kontainer tersebut, petugas menemukan tiga kontainer yang diberitahukan sebagai barang campuran dan sajadah, tetapi terindikasi berisi barang ilegal,” terang Nirwala. Seluruh kontainer yang mencurigakan kemudian diamankan ke Kantor Pusat DJBC untuk diperiksa lebih lanjut, termasuk mesin rokok ilegal yang ditemukan.

Penyelundupan dalam Kontainer Menjadi Tantangan Serius DJBC menegaskan bahwa upaya penyelundupan dengan memanfaatkan kontainer merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pengawasan kepabeanan. “Kami memperketat pengawasan hingga ke moda pengangkutan laut. Pelaku penyelundupan terus mencari celah.

Tidak ada kompromi terhadap importasi ilegal, apalagi jika mencoba memanipulasi dokumen dan pemberitahuan barang,” tegas Nirwala. Bea Cukai memastikan akan terus memperkuat pengawasan di seluruh jalur masuk, termasuk pelabuhan kecil yang rawan dimanfaatkan sebagai pintu penyelundupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *