kabarterkinionline.com/
Miniatur Kesultanan Darussalam di BKB, Akan Dibuat Pemkot Palembang. Benteng Kuto Besak (BKB) adalah aset dari Kota Palembang. BKB juga adalah wajah dari era Kesultanan Palembang Darussalam dengan sang raja Sultan Mahmud Badaruddin II dulunya tinggal di dalamnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tengah melakukan revitalisasi besar-besaran BKB mulai dari pelataran hingga bagian dalam.
Konsep di dalam BKB, Pemkot Palembang berencana akan memperkental wajah BKB dengan membangun miniatur Kesultanan Darussalam. Konsep itu dipastikan bisa menjadi edukasi bagi warga Palembang dari segi kebudayaan asli Palembang. Tentunya kebudayaan itu menjadi magnet yang kuat menarik wisatawan dari luar hingga mancanegara.
“Konsep BKB itu sebuah aset kota Palembang. Kita akan membuka BKB di tengah kita membuat miniatur Kesultanan Palembang Darussalam dan Sultan Mahmud Badaruddin II,” katanya beberapa waktu lalu.
“Di bagian samping itu dulunya ada sungai kecil tempat biasa Sultan Mahmud Badaruddin II memandang pemandangan langsung ke sungai musi. Semuanya akan revitalisasi total dengan banyak simbol yang memiliki arti,”tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja memberikan keterangan bahwa BKB dulunya adalah Kerajaan Kesultanan Palembang Darussalam.
“Kerajaan Kesultanan Palembang Darussalam di BKB, Itu bukan kata kita ada buktinya,”kata Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja di kantor infosumsel.ID pada Kamis 22 Mei 2025.
Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja malah memiliki bukti dan catatan sejarah terkait hal tersebut.
“Atas dasar sejarah memang disitu ada juga catatannya dan bukti. Kami juga ada denah dari William Tom ketika dia mengisi BKB pertama kali. Disana masih ada letak rumah Sultan, Ballroom dan dimana tempat menerima tamu,” ungkapnya.
Dijelaskannya masuknya era penjajahan Belanda Istana Kesultanan Darussalam direbut. Disana dijadikan tempat tinggal pejabat tinggi Belanda.
“Selanjutnya setelah kemerdekaan muncul undang-undang darurat semua tempat pendudukan Belanda ditempati oleh tentara kita,” jelasnya.
Dia berharap BKB dikembalikan lagi ke Kesultanan Palembang Darussalam. Dia mengaku bukan untuk kepentingan pribadi dan ingin memiliki Istana Kesultanan Palembang Darussalam.
“BKB di buka biar identitas Kesultanan Palembang Darussalam kembali kental dan lahir. Kita buat Istana Kesultanan Palembang Darussalam bukan untuk saya tinggal. Namun disana dijadikan museum, barang bersejarah dan catatan lampau. Terpenting lagi warga Palembang bisa menikmati bisa masuk ke dalam BKB,”tutupnya






