kabarterkinionline.com
Pemkot Fokus Intervensi Dini, Prevalensi Stunting di Palembang Belum Capai Target. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus berupaya menekan angka stunting yang masih menjadi persoalan serius. Meski trennya menurun, prevalensi stunting di Palembang belum memenuhi target nasional sebesar 14 persen.
Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menyebutkan prevalensi stunting di Palembang pada 2024 masih berada di angka 15 persen.
“Target 14 persen menjadi motivasi bagi semua pihak yang terlibat dalam penanganan stunting,” ujarnya, Senin (25/8/2025).
Pemkot Palembang memperkuat upaya melalui program edukasi dan bantuan ke pelosok daerah, yang dijalankan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
Tim ini diterjunkan ke 18 kecamatan untuk memberikan sosialisasi gizi seimbang, pola hidup bersih, serta mendeteksi dini potensi stunting di 107 kelurahan.
“Petugas TPPS rutin turun ke lapangan, menyosialisasikan cara pencegahan serta memberi pemahaman agar edukasi ini bisa diterapkan di keluarga,” jelas Prima.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Mei 2025, prevalensi stunting di Sumatera Selatan mencapai 15,9 persen atau sekitar 117.905 balita. Angka ini menempatkan Sumsel di peringkat 15 nasional, meski turun 4,4 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 20,3 persen.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumsel, Ferry Fahrizal, menekankan pentingnya intervensi sejak pra-kelahiran, dengan fokus pada 11 langkah spesifik di sektor kesehatan, terutama bagi remaja putri dan ibu hamil.
Prima menegaskan, Pemkot Palembang menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14 persen pada akhir 2025. “Dengan komunikasi dan koordinasi yang optimal, permasalahan stunting di kota ini dapat ditangani dengan baik,” tandasnya.











