Kabarterkinionline.com
Pemkot Palembang berlakukan denda buang sampah sembarangan Rp500 ribu.Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, untuk mendorong kawasan Pasar 26 Ilir menjadi destinasi wisata kuliner modern melalui pengembangan kawasan makanan halal, aman, dan sehat.
Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani, di Palembang, Sabtu, mengatakan bahwa langkah strategis tersebut bertujuan meningkatkan kelas destinasi karena selama ini lokasi tersebut sudah dikenal oleh wisatawan.
“Pasar 26 Ilir ini sudah dikenal luas, bahkan viral sebagai destinasi kuliner unggulan. Tantangan kita sekarang adalah meningkatkan kualitasnya agar naik kelas dan mampu bersaing dengan destinasi modern lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rencana penataan mencakup sejumlah aspek strategis, mulai dari revitalisasi fisik hingga manajemen lingkungan, mulai dari pembangunan gerbang masuk yang ikonik sebagai penanda destinasi, perbaikan jalur pedestrian demi kenyamanan pengunjung.
Kemudian, penataan tempat pembuangan sampah (TPS) sementara agar lebih higienis dan tidak mengganggu aktivitas perdagangan.
“Poin utama dalam pengembangan kawasan ini yakni membenahi tampilan depan kawasan agar lebih representatif,” ujar dia.
Menurut Isnaini, program ini tidak hanya berfokus pada sertifikasi produk kuliner semata, tetapi juga menciptakan pengalaman wisata yang terintegrasi di mana pengunjung dapat menikmati ruang publik yang tertata dengan baik.
Meskipun saat ini perencanaan teknis masih dalam tahap koordinasi bersama Bank Indonesia, Pemkot Palembang menyatakan membuka peluang kolaborasi bagi pihak swasta maupun perbankan lain melalui skema corporate social responsibility (CSR).
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi multipihak agar penataan ini optimal dan hasilnya benar-benar berdampak. Kita ‘keroyokan’ supaya tidak setengah-setengah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya partisipasi aktif dari para pedagang dan warga sekitar. Isnaini menilai, di tengah munculnya berbagai destinasi wisata baru, pembenahan kawasan menjadi harga mati agar ekonomi lokal tetap tumbuh.
“Jika kita tidak berbenah, Pasar 26 Ilir bisa tertinggal. Tapi kalau kawasan ini rapi, bersih, dan nyaman, pengunjung akan terus datang. Ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.






