Kabarterkinionline.com
Pemkot Palembang Jadwalkan Ulang Uji Coba CFD Sudirman-Ampera. Pemerintah Kota Palembang menjadwalkan ulang uji coba lanjutan program Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan Jembatan Ampera pada Minggu (3/5/2026). Langkah ini diambil setelah melakukan serangkaian pembenahan teknis berdasarkan evaluasi dari pelaksanaan sebelumny.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan perbaikan signifikan terkait pengamanan di titik-titik keramaian. Fokus utama evaluasi tertuju pada penataan kepadatan pedagang kaki lima (PKL) yang sempat menghambat kelancaran kegiatan pada uji coba pertama.
“Pengawasan akan diperketat, terutama di kawasan yang ramai dan dipenuhi pedagang kaki lima (PKL). Petugas gabungan akan turun untuk melakukan penertiban,” ujar Ratu Dewa, Rabu (29/4/2026).
Sebelumnya, rencana peresmian CFD pada 19 April 2026 sempat mengalami penundaan akibat gelombang keluhan masyarakat mengenai kemacetan total. Kemacetan parah tersebut terjadi saat uji coba perdana tanggal 11 April yang dipicu oleh penutupan akses Jembatan Ampera.
Sebagai solusi atas kendala tersebut, Pemerintah Kota Palembang memutuskan untuk meningkatkan jumlah personel keamanan di lapangan. Instansi terkait juga telah melakukan koordinasi intensif dengan kepolisian guna memperkuat pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi CFD.
“Pada uji coba tahap kedua nanti, kekuatan personel akan kita tambah. Kami sudah berkoordinasi dengan Polrestabes agar dukungan di lapangan lebih maksimal,” kata Ratu Dewa.
Selain penambahan petugas, otoritas setempat melakukan penyesuaian pada durasi penutupan jalan untuk meminimalisir dampak sosial. Waktu pelaksanaan CFD yang sebelumnya berakhir pukul 09.30 WIB kini dipangkas menjadi pukul 05.30 hingga 08.00 WIB.
“Penjagaan akan difokuskan juga di jalur alternatif seperti Jembatan Musi 4 dan Musi 6,” jelas Ratu Dewa.
Kepala Dinas Perhubungan Palembang, Agus Supriyanto mengakui adanya kekurangan pada pelaksanaan uji coba terdahulu yang dinilai belum optimal. Ia menyoroti minimnya keberadaan petugas di titik-titik krusial rekayasa lalu lintas sebagai kendala utama.
“Evaluasi kami, jumlah personel di lapangan saat itu memang kurang, khususnya di kawasan Musi 4 dan Musi 6. Ke depan akan kita tambah, terutama di titik rawan macet,” ujar Agus Supriyanto.
Pihak Dinas Perhubungan kini juga memprioritaskan penataan kantong parkir untuk mendukung kelancaran acara. Upaya ini dilakukan sekaligus untuk mengantisipasi munculnya praktik pungutan liar di sekitar area kegiatan.
“Penataan kantong parkir harus maksimal. Jangan sampai ada pungutan liar. Pengawasan juga akan diperketat, termasuk terhadap aktivitas PKL agar tetap sesuai aturan,” kata Agus Supriyanto.







