Pemprov Sumsel Prioritaskan Kepulangan PMI, Konflik Timur Tengah Memanas

kabarterkinionline.com

Pemprov Sumsel Prioritaskan Kepulangan PMI, Konflik Timur Tengah Memanas. Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai mengantisipasi dampak terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI). Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sumatera Selatan mencatat, pada periode 2024 hingga 2025 sebanyak 16 PMI asal Sumsel bekerja di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Negara tujuan tersebut antara lain Kuwait, Abu Dhabi, Dubai, Arab Saudi, dan Oman.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pemerintah daerah akan memprioritaskan kepulangan PMI asal Sumsel apabila eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat dan berpotensi mengancam keselamatan mereka.

Jika eskalasi perang di Timur Tengah semakin meningkat dan berpotensi mengancam keselamatan, saya meminta para pekerja migran Indonesia asal Sumsel yang berada di kawasan tersebut untuk mempertimbangkan pulang ke tanah air,” kata Herman Deru, Jumat (6/3/2026).

Herman Deru menjelaskan, hingga saat ini Pemprov Sumsel masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat, terkait perkembangan situasi keamanan di negara-negara Timur Tengah yang menjadi tujuan kerja para PMI.

Menurutnya, proses pemulangan PMI tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh pemerintah daerah. Langkah tersebut harus melalui mekanisme resmi dan jalur diplomatik antara pemerintah Indonesia dengan negara penerima tenaga kerja. “Kita tetap menunggu arahan dari pemerintah pusat, karena pemulangan pekerja migran dari negara penerima kerja harus melalui mekanisme resmi antarnegara,” jelasnya.

Meski demikian, Pemprov Sumsel akan terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah. “Jika kondisi dinilai tidak aman, langkah-langkah perlindungan terhadap PMI asal Sumsel akan segera diprioritaskan,”ujarnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *