Kabarterkinionline.com
Pengadaan Mobil Dinas Mewah Era Gubernur Sumsel Herman Deru, Tuai Kritik di Tengah Efisiensi Presiden Prabowo, Rencana pengadaan mobil dinas oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) pada tahun 2026 menuai sorotan publik. Kebijakan di era Gubernur Sumsel Herman Deru tersebut dinilai tidak sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang tengah ditekankan Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) tahun 2026, Pemprov Sumsel melalui Biro Umum merencanakan pengadaan empat unit mobil dinas dengan total anggaran mencapai Rp4,94 miliar.
Rinciannya, pengadaan dua unit kendaraan roda empat merek Hyundai Palisade dengan kode RUP 63875292 memiliki pagu anggaran sebesar Rp2,71 miliar. Selain itu, terdapat pengadaan satu unit Toyota Alphard dengan kode RUP 63885697 senilai Rp1,7 miliar. Sementara satu unit Toyota Hilux dengan kode RUP 63892812 tercatat memiliki pagu anggaran sebesar Rp527 juta.
Informasi tersebut memicu kritik dari masyarakat, terutama warganet yang menilai pembelian mobil dinas bernilai miliaran rupiah tersebut tidak sesuai dengan semangat efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Sejumlah komentar bermunculan di media sosial. Akun @Dzikrillah_id menilai kebijakan tersebut tidak sensitif terhadap kondisi efisiensi anggaran.
“Anggaran di efisiensi, tapi pengeluaran nggak peduli,” tulisnya.
Senada, akun @Apotekerulya menyebut kebijakan tersebut tidak konsisten dengan semangat penghematan anggaran.
“Dak sesuai namonyo, ujinyo nak efisiensi tp mrka2 foya2,” tulisnya.
Komentar lain juga membandingkan kebijakan daerah dengan kendaraan pejabat pusat.
“Presiden bae pake mobil 700 jutaan buatan lokal, trus Wapres pake Innova Zenix. Atap bagus tapi lantai rusak,” tulis akun @indra_ml88.






