kabarterkinionline.com
Pengendara Keliling SPBU dan Sopir Truk Ancam Mogok Massal, Solar Non Subsidi Langka di Palembang
Sejak beberapa hari terakhir, pengendara mengaku harus berputar dari satu SPBU ke SPBU lain hanya untuk mencari stok yang masih tersedia.
Zeo, salah satu warga, menghabiskan hampir satu jam pada Senin (8/12/2025) hanya untuk mencari solar non-subsidi. Ia mendatangi SPBU di Jalan Dr. M. Isa, Kolonel Haji Burlian, hingga kawasan Rajawali, semuanya kosong.
“Sudah tiga SPBU saya datangi, semua kosong. Petugas bilang belum ada masuk dari pagi,” keluhnya.
Kondisi serupa dialami sopir truk dan travel yang sangat bergantung pada solar berkualitas tinggi. Asep (41), sopir truk, mengaku terpaksa menepi dua jam lebih menunggu suplai datang.
“Biasanya kosong sebentar, tapi sekarang lama. Mau nggak mau menunggu. Kalau pakai yang lain, mesin cepat rusak,” ujarnya.
Kelangkaan ini makin membebani pengendara menjelang akhir tahun, saat mobilitas dan permintaan BBM meningkat.
Hingga berita ini diturunkan, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, belum memberikan respons atas keluhan pelanggan.
Sopir Truk Demo di Kantor Gubernur Sumsel
Situasi makin memanas setelah ratusan sopir truk yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengemudi Sumatera Selatan Bersatu (FKPSSB) menggelar aksi protes di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (8/12/2025).
Mereka mempersoalkan kebijakan pembatasan pembelian solar yang dinilai makin menyulitkan.
Koordinator aksi, Mustofa, menilai aturan baru pengisian solar dibuat tanpa melibatkan sopir angkutan barang, padahal mereka pihak yang paling terdampak.
“Kami tidak bisa tidur lagi, Pak. Kenapa kebijakan itu dibuat tanpa melibatkan kami? Kami beri waktu pemerintah dua minggu. Kalau tidak ada solusi, kami akan aksi lebih besar, bahkan mogok massal,” tegasnya.
Pengendara Keliling SPBU dan Sopir Truk Ancam Mogok Massal, Solar Non Subsidi Langka di Palembang










