kabarterkinionline.com
Picu Kerugian Ekonomi Rp 2,4 Miliar Per Hari, Kemacetan Palembang – Betung. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Selatan menyoroti kemacetan panjang yang terjadi berhari-hari di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung, tepatnya di kawasan KM 17 Banyuasin.
Ketua Umum Kadin Sumsel H Affandi Udji, SE, MM, mengatakan bersedia memahami dan mendukung upaya pemerintah melakukan perbaikan infrastruktur jalan nasional. “Namun, proses pengerjaan harus tetap memperhitungkan dampaknya terhadap kelancaran arus transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Affandi kepada media, Selasa (11/8/2026).
Menurut Affandi antrean kendaraan yang mengular hingga puluhan kilometer dan kendaraan yang tertahan selama berjam-jam bukan hanya persoalan lalu lintas, tetapi telah menjadi persoalan ekonomi.
“Kami sepenuhnya mendukung perbaikan infrastruktur jalan.Tetapi, jangan sampai proses perbaikan justru menimbulkan kerugian ekonomi yang jauh lebih besar akibat kemacetan yang berlarut-larut,” tegas mantan ketua HIPMI Sumsel ini.
Kadin Sumsel memperkirakan kerugian ekonomi akibat kemacetan tersebut dapat mencapai Rp2,4 miliar per hari. Perhitungan itu mempertimbangkan dampak langsung terhadap sektor logistik sekaligus dampaknya terhadap aktivitas ekonomi daerah.
Dalam kalkulasi Kadin Sumsel, lanjutnya, setiap satu jam truk bertonase sedang hingga besar tertahan kemacetan menimbulkan pemborosan BBM, biaya operasional pengemudi serta kehilangan produktivitas yang mencapai Rp250 ribu per truk per jam.
Dengan asumsi terdapat sedikitnya 800 truk yang tertahan dalam antrean sepanjang 20 kilometer dan rata-rata terjebak selama empat jam, kerugian langsung sektor angkutan mencapai Rp800 juta dalam satu kejadian kemacetan.












