Kabarterkinionline.com
Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif Pemkot Palembang Kawal Kasus Kekerasan Seksual Anak di Gandus. Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kecamatan Gandus, Palembang, memicu keprihatinan sekaligus perhatian serius dari pemerintah daerah.
Peristiwa yang menimpa seorang siswi sekolah dasar berusia 12 tahun itu kini dalam penanganan aparat kepolisian.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa pemerintah kota tidak tinggal diam dan akan memastikan korban mendapatkan perlindungan serta pendampingan secara menyeluruh.
“Kami mengawal penuh kasus ini. Penanganan maksimal akan diberikan, mulai dari koordinasi dengan kepolisian, pendampingan melalui lembaga bantuan hukum, hingga pemantauan kondisi ekonomi keluarga korban,” ujar Ratu Dewa, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, perhatian tidak hanya difokuskan pada proses hukum, tetapi juga pada pemulihan kondisi korban dan keluarganya agar dapat melewati masa sulit ini.
Sementara itu, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Soni Mahar, menyampaikan bahwa penyidik tengah bekerja intensif untuk mengungkap kasus tersebut.
“Kasus sedang kami tangani,” ujarnya singkat.
Peristiwa ini bermula pada Minggu malam (3/5/2026), ketika korban berinisial PS (12) hendak pergi menonton hiburan bersama temannya di kawasan Gandus
. Dalam perjalanan, korban diduga dibujuk oleh seorang pria tak dikenal yang menawarkan tumpangan.
Menurut keterangan keluarga, teman korban sempat menolak ajakan tersebut, namun korban akhirnya mengikuti pelaku. Temannya yang merasa curiga kemudian melaporkan kejadian itu kepada orang tua korban.
Ayah korban, Nanang Sopian (35), mengaku langsung melakukan pencarian setelah mendapat kabar tersebut. Sekitar satu jam kemudian, korban ditemukan berjalan sendirian dalam kondisi lemas di jalan yang relatif sepi.
“Setelah sampai di rumah, anak saya baru berani bercerita. Kami langsung membawanya ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan,” ujarnya.
Korban kini telah mendapatkan perawatan intensif, sementara proses penyelidikan terhadap pelaku terus dilakukan.








