kabarterkinionline.com
Ratu Dewa Desak Penanganan Karhutla Lintas Daerah, Palembang Dikepung Ribuan Hotpot Daerah Tetangga. Meski peta pencitraan satelit tak lagi menemukan hotspot atau titik panas di wilayah Palembang, kabut asap pekat justru mengepung kota dengan tingkat keparahan yang memprihatinkan.
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencatat angka ekstrem PM 10 berada di level 1011 dan PM 2,5 menyentuh 494 sebuah sinyal merah yang menandakan kualitas udara berada dalam kategori sangat berbahaya bagi keselamatan warga.
Usut punya usut, Palembang menjadi “korban” dari kepungan ribuan titik panas di daerah sekitarnya.
Berdasarkan data per Sabtu (3/10/2026), sebaran titik panas di Sumatera Selatan melonjak drastis hingga mencapai 2.426 hotspot.
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi penyumbang terbesar dengan 1.564 titik, disusul Musi Banyuasin sebanyak 356 titik dan Banyuasin setinggi 320 titik.
Posisi geografis Palembang yang berada di dataran rendah layaknya sebuah kawah yang menampung tumpahan asap dari wilayah sekelilingnya.
Merespons kondisi darurat tersebut, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, bergerak cepat dan menegaskan jajarannya telah menyiagakan langkah-langkah mitigasi komprehensif dari hilir hingga hulu.
“Jadi tadi saya sudah jelaskan ya, kaitan dengan ISPU. Memang satu upaya kita di Palembang adalah untuk posko di tingkat kecamatan terus saya optimalkan di 18 kecamatan,” ujar Ratu Dewa.
Fokus penanganan darurat kini dipusatkan pada lima kecamatan paling rawan yang berbatasan langsung dengan potensi kebakaran lahan, yakni Sematang Borang, Kalidoni, Ilir Barat I, Alang-Alang Lebar, dan Kertapati.
Ratu Dewa memobilisasi sedikitnya 30 unit mobil pemadam kebakaran bersama ratusan personel gabungan BPBD dan Damkar untuk siap siaga tanpa henti.
“Untuk ini semua armada saya minta, baik dari BPBD maupun Damkar, untuk standby. SDM-nya juga saya kerahkan, bahkan sudah saya bagi tugas semalam seluruh pejabat Damkar maupun pejabat BPBD untuk berada di lapangan. Jangan sampai tidak ada yang mengawasi petugas lapangan,” tegas Ratu Dewa.












