Reputasi BSI Bakal Babak Belur, Biayai Perusahaan yang Diduga Perusak Hutan

kabarterkinionline.com
Reputasi BSI Bakal Babak Belur, Biayai Perusahaan yang Diduga Perusak Hutan . Peneliti Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Yeta Purnama sangat menyayangkan Bank Syariah Indonesia (BSI), bank pelat merah berbasis syariah yang asetnya terbesar, kini tersandera isu pembiayaan ke perusahaan yang dituding perusak hutan.
“Saya melihatnya, jika bank tetap membiayai perusahaan bermasalah lingkungan, maka akan menghadapi risiko finansial, reputasi, dan hukum, sementara masyarakat dan lingkungan sekitar menanggung kerusakan ekosistem dan sosial yang bukan dari kesalahan mereka,” papar Yeta di Jakarta, Minggu (14/12/2025).

Namun demikian, dampak dari kebijakan BSI itu bersifat ua arah. Yakni, jangka pendek yang akan berdampak langsung kepada masyarakat dan lingkungan.
Sedangkan dampak jangka panjang, bank tersebut akan kesulitan untuk beralih ke pembiayaan berkelanjutan karena sudah terikatnya portofolio dengan perusahaan bermasalah.
“Konsekuensinya, mereka (BSI) bisa tertinggal dalam tren global menuju green finance (keuangan hijau), yang kini semakin menjadi standar industri,” tutupnya.
Sekretaris Perusahaan (Sekper) BSI, Wisnu Sunandar buru-buru membantah adanya kucuran kredit BSI terhadap PT THL. Terbangunnya hubungan itu, karena syarat BSI sebagai bank syariah untuk beroperasi di Aceh.
“Sejauh ini, nama yang dimaksud tidak terdapat dalam pembiayaan dan bahwa tercantum sebagai transaksi pihak yang berhubungan adalah seiring dengan penerapan qanun keuangan syariah maka BSI sebagai bank syariah yang melayani transaksi dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh,” papar Wisnu, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Wisnu menegaskan, ketentuan BSI pada ketentuan perbankan dan menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan syariah di mana di dalamnya memuat ketentuan menjaga lingkungan. “BSI juga mengimplementasikan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) di dalam bisnis dan operasional bank,” tegas dia.
Orang Dekat Prabowodi Balik PT THL
Terungkapnya hubungan bisnis BSI dengan perusahaan yang diduga perusak hutan, Merujuk ke laporan keuangan BSI tahun 2024, tepatnya di halaman 262.
Di situ tertulis PT Tusam Hutani Lestari (THL) sebagai alah satu dari sekian banyak perusahaan yang menjadi hubungan bisnis BSI. Tak salah jika hubungan bisnis keduanya juga mencakup pembiayaan operasi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT THL.
Masalahnya, PT THL ini diduga kuat terafiliasi dengan Presiden Prabowo Subianto. “Iya betul, ada penelitian kita saat Pilpres 2024 lalu,” kata Juru Kampanye Jatam, Alfarhat Kasman kepada Inilah.com, Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Sejatinya, masalah ini juga sempat ditanyakan Jokowi kepada Prabowo dalam acara debat calon presiden (capres) pada 18 Februari 2019. Saat itu, Jokowi mengakuisisi kepemilikan HTI (Hutan Tanaman Industri) Prabowo seluas 220 ribu hektar di Kalimantan Timur (Kaltim) dan 120 ribu hektar di Aceh Tengah.
Nah, pernyataan Jokowi yang terakhir itu, kemungkinan menyasar PT THL. Kepemilikan Prabowo atas PT THL, semakin sulit dibantah karena sejumlah kawannya menduduki posisi penting di perusahaan itu.
Dikutip dari id.wikipedia.org, Hadi Prasetyo yang kini menjabat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Hadi Prasetyo menjabat Dirut PT THL periode 2016-2020.
Selanjutnya dia menggantikan Eddy Prabowo eks Menteri Perikanan dan Kelautan yang juga karib Prabowo.
Dengan konsesi seluas 97.300 hektare, operasional PT THL tersebar di empat kabupaten yang selama ini menjadi daerah sumber air utama di Aceh. Yakni, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen dan Aceh Utara.
Ironisnya, tiga dari daerah tersebut, merupakan wilayah paling parah terdampak banjir bandang sejak akhir November 2025.
Masyarakat pun mengambil kondisi tutupan hutan di sana, terutama setelah tersebarnya peta yang menunjukkan bahwa konsesi area PT THL berada di zona yang rawan mengalami kerusakan ekologis.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *