Kabarterkinionline.com
Saat Berangkat Kerja, Walikota Palembang Beri Contoh Naik Transportasi Umum.Wali Kota Palembang Ratu Dewa terus memberi contoh langsung bagi semua ASN untuk menggunakan transportasi umum. Ia meninggalkan mobil dinas dan memilih naik angkutan massal saat berangkat kerja, Selasa (7/4/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait efisiensi energi dan pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di sektor pemerintahan.
Ratu Dewa memulai perjalanan dari kediamannya di Jalan Tanjung Barangan. Ia menaiki layanan Teman Bus bersama warga, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan kota (angkot) menuju Rumah Dinas Wali Kota di Jalan Tasik.
Dalam perjalanan tersebut, ia tidak hanya sekadar menumpang. Ratu Dewa juga memanfaatkan momen untuk berdialog langsung dengan masyarakat. Sejumlah warga tampak menyampaikan keluhan hingga harapan mereka terhadap layanan transportasi publik di Kota Palembang.
Beberapa aspirasi yang disampaikan antara lain terkait ketepatan waktu angkutan, kenyamanan, hingga aksesibilitas rute yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Ratu Dewa menyebut, masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Palembang.
“Langkah ini adalah konsistensi terhadap surat edaran yang sudah kita keluarkan sejak 2025. Kita ingin mengubah budaya kerja ASN, menekan kemacetan, sekaligus mendorong efisiensi penggunaan BBM,” kata Ratu Dewa kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Dewa menegaskan, perubahan tidak cukup hanya lewat kebijakan di atas kertas, tetapi harus dimulai dari teladan pimpinan. Karena itu, ia memilih turun langsung menggunakan transportasi umum.
“Kebijakan ini juga telah diformalkan dalam aturan resmi. Kami Pemerintah Kota Palembang menetapkan bahwa setiap Selasa pertama di tiap bulan, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib menggunakan transportasi umum saat berangkat dan pulang kerja,” ungkapnya.
Dewa menjelaskan jumlah ASN di lingkungan Pemkot Palembang yang terdampak kebijakan ini mencapai hampir 23 ribu orang. Dengan skala tersebut, pemerintah optimistis dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi secara signifikan, terutama pada jam-jam sibuk.
“Selain mengurangi kemacetan, kebijakan ini juga ditargetkan mampu menekan konsumsi BBM secara kolektif. Kami menilai, perubahan kebiasaan ini akan berdampak langsung terhadap efisiensi anggaran dan pengurangan emisi karbon di perkotaan,” jelasnya.
Ratu Dewa menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan ini. Termasuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi publik agar mampu menampung peningkatan jumlah pengguna.
“Kalau transportasi publiknya baik, masyarakat juga akan ikut beralih. Ini bukan hanya untuk ASN, tapi untuk seluruh warga Palembang,” ujarnya.
Di sisi lain, semangat efisiensi dan ramah lingkungan juga digaungkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Palembang. Di bawah pimpinan Adhi Zahri, sejumlah pegawai mulai beralih menggunakan sepeda untuk berangkat ke kantor.
“Gerakan bersepeda menurut saya menjadi alternatif transportasi yang tidak hanya hemat energi, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi para pegawai. Beberapa ASN bahkan mulai membentuk komunitas kecil untuk bersepeda bersama ke kantor,” katanya.
Dengan kombinasi penggunaan angkutan umum dan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda, Pemkot Palembang optimistis dapat membangun ekosistem kota yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan pemerintah pusat








