Saat Menginap di Hotel Puncak, Apa yang Dicari Turis Arab ?

kabarterkinionline.com
Saat Menginap di Hotel Puncak, Apa yang Dicari Turis Arab ? Turis Arab dikenal gemar berlibur ke kawasan bersuhu sejuk seperti Puncak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saat menginap di hotel, mereka memiliki sejumlah preferensi khusus yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih akomodasi. “Mereka itu biasanya minta kamar hotel yang mountain view. Kebanyakan begitu,” kata Director of Sales & Marketing Grand Aston Puncak Hotel & Resort, Natalia Waani, ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (27/11/2025).

Hotel bintang empat di kawasan Puncak tersebut menawarkan sejumlah tipe kamar, termasuk kamar dengan jendela hotel menghadap pemandangan indah Gunung Salak.

Natalia mengatakan, jumlah tamu Arab di hotel biasanya meningkat setelah Lebaran Idul Fitri dan Lebaran Haji (Idul Adha).

Selama periode itu terdapat sekitar 60 persen turis Arab yang menginap di Grand Aston Puncak Hotel & Resort dari jumlah tamu keseluruhan.

Sedangkan memasuki penghujung tahun pada Oktober-November, jumlah tamu Arab di hotel ini cenderung menurun. Turis Arab biasanya membawa keluarga selama berlibur di Puncak. Setidaknya, mereka menghabiskan dua malam untuk menginap di hotel.

Menurut Ketua ASITA Jawa Barat, Daniel G Nugraha, pada dasarnya, tamu asal Arab Saudi memilih hotel di kawasan sejuk, sekaligus yang terhubung dengan mal atau pusat perbelanjaan. Hal ini kerap terjadi saat turis Arab berlibur ke Jakarta, Bogor, Bandung, hingga Bali, yang menjadi destinasi favoritnya. “Yang favorit di Bandung itu contohnya The Trans Luxury Hotel, terhubung dengan Trans Studio, mal, dan lain-lain,” kata Daniel ketika dihubungi terpisah, Rabu (3/12/2025). Contoh lainnya adalah Hotel Sensa di Bandung yang terintegrasi dengan Mal Cihampelas Walk.

“Tapi sebenarnya mereka carinya apartemen sih. Apartemen yang di dalamnya atau di bawahnya ada semua fasilitas, mal, entertainment-nya, atau supermarket-nya sekalian,” ungkap dia. Berbeda dengan Bandung, saat berkunjung ke Puncak Bogor, Daniel justru melihat turis Arab cenderung memilih penginapan berbentuk vila, bukan hotel. Vila-vila di kawasan Puncak dengan fasilitas kolam renang pribadi, terutama yang berada dekat Taman Safari Bogor dan kebun teh, paling banyak diincar oleh turis Arab.

“Sebagai atraksi utama di market Timur Tengah ya atau teman-teman dari Arab. Jadi tujuan mereka itu pengin ke Taman Safari, melihat binatang dengan suasana dingin, sejuk begitu,” kata Daniel. Fasilitas serupa juga dicari turis Arab saat menginap di Bali. Mereka umumnya mencari vila yang menawarkan kolam renang pribadi dengan suasana sejuk ala pedesaan. Terakhir, saat bepergian ke Jakarta, turis Arab cenderung memilih hotel-hotel mewah dengan lokasi strategis dan terhubung dengan pusat perbelanjaan. “Jadi area Thamrin City, Grand Indonesia, dengan hotel-hotelnya yang ada di situ semua., termasuk Grand Hyatt, Kempinski, dan Ascott,” tutur Daniel.

Mereka cenderung mencari pengalaman liburan yang dapat menyenangkan pasangan dan anak-anak.

Itu sebabnya, wisata belanja menjadi salah satu agenda utama, terutama ke pusat perbelanjaan kelas atas yang menawarkan berbagai merek ternama. “Walaupun mungkin di negaranya sudah banyak barang-barang branded, mal-mal besar, tapi tetap saja kalau datang ke Jakarta mereka rindu dengan mal,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *